05. Manajemen Tribologi Pelumasan & Jadwal Pemeliharaan Preventif
Dokumentasi komprehensif tata kelola pelumasan industri (tribology & lubrication management), matriks kesetaraan pelumas lintas manufaktur, prosedur kontrol degradasi fluida, serta katalog induk suku cadang (master spare parts index) untuk mesin penggerus rol bertekanan tinggi POLYCOM 93 dan seluruh sistem pendukungnya.
Quick Parameter Badges
1. Standar & Spesifikasi Oli Teruji (ISO VG 460 / CLP 460 & HD SAE)
DIGITAL TWIN: TRIBOLOGI & LAPISAN FILM OLI
Simulasi 3D hidrodinamika memperlihatkan pembentukan baji oli (oil wedge), kurva distribusi tekanan puncak (), dan pengaruh temperatur karter terhadap ketebalan lapisan film minimum () berdasarkan persamaan Walther-ASTM.
Pemilihan pelumas untuk mesin industri berbeban kontak berat (high-pressure contact) tidak hanya mempertimbangkan viskositas nominal, melainkan wajib memenuhi ketahanan lapisan film pelumas terhadap tegangan geser ekstrem (shear stability) dan degradasi termal.
Ketergantungan viskositas kinematik fluida () terhadap temperatur absolut ( dalam Kelvin) mengikuti persamaan Walther-ASTM:
Di mana:
- : Viskositas kinematik oli [].
- : Temperatur absolut fluida [].
- : Konstanta karakteristik basis oli mineral / sintetis.
Karakteristik stabilitas viskositas terhadap perubahan temperatur kerja dinyatakan melalui Indeks Viskositas (Viscosity Index / VI):
Rasio efisiensi filtrasi partikel kontaminan (Standar ISO 16889 / NAS 1638):
Di mana adalah viskositas kinematik minyak uji pada , serta dan adalah nilai viskositas referensi standar ASTM D2270.
1.1 Spesifikasi Pelumas Roda Gigi Industri (CLP 460)
Pelumas transmisi roda gigi reduksi REDULUS CPV 350 wajib menggunakan formulasi oli roda gigi tipe CLP 460 yang memenuhi norma DIN 51517 Bagian 3:
- Viskositas Kinematik pada 40°C: Berada pada rentang batas minimum (cSt) hingga batas maksimum (cSt).
- Uji Kapasitas Beban Aus (FZG Gear Test Rig): Memenuhi pengujian FZG uji standar A8,3/90 sesuai standar DIN 51354 Bagian 2 dengan tingkat kerusakan beban minimum berada pada Tahap 12 (breakdown-load stage 12 / Schadenskraftstufe 12).
- Aditif Perlindungan Permukaan: Mengandung senyawa aditif aktif pencegah korosi, penghambat oksidasi dini (ageing resistance), serta aditif pengurang keausan mekanis pada zona gesek campuran (mixed friction area).
1.2 Klasifikasi Khusus Pabrikan Lohmann + Stolterfoht (Norma LSN 935 1400)
Standar internal pabrikan LSN 935 1400 membagi pelumas ke dalam beberapa subkelompok aplikasi khusus:
- Grup L+S LS1: Pelumas roda gigi industri yang telah lolos uji ketat FZG tahap ekstrem A16,6/90 dan mencapai breakdown-load stage 12.
- Grup L+S LS2: Pelumas berkemampuan adaptasi gesek khusus untuk unit transmisi dengan kopling plat banyak basah (multiple disk clutches). Nilai koefisien gesek statis () dan gesek dinamis () pada material gesek baja/sinter tidak boleh berkurang di bawah suhu karter .
- Grup L+S LS3: Pelumas berbasis hidrokarbon sintetis polialfaolefin (polyalphaolefin / PAO). Pelumas ini memiliki indeks viskositas sangat tinggi dan titik tuang (pour point) sangat rendah.
NOTE
Acuan Spesifikasi Pabrikan LSN 935 1410 & 1420: Apabila pelumas grup LS3 (sintetis PAO) hendak digunakan, seluruh sisa oli pengawet mineral di dalam karter gearbox harus dibilas tuntas terlebih dahulu menggunakan purging oil atau oli mineral lunak. Campuran sisa cairan pengawet dengan oli sintetis PAO akan memicu pembentukan busa oli (foaming) secara destruktif.
Norma LSN 935 1420 mencakup pelumas motor unigrade HD SAE 20, HD SAE 30, dan HD SAE 40 (sesuai DIN E 51502 klasifikasi HD SA-SF atau HD CA-CD) yang dirancang untuk menjaga koefisien gesek antarlamela kopling pada lonjakan temperatur kontak sesaat hingga .
1.3 Spesifikasi Fluida Hidrolik Wilhelm Hoven (HL / HLP)
Sirkuit hidrolik penekan Floating Roll bekerja pada kondisi tekanan pulsa kontinu hingga 220–250 bar. Standar fluida kerja yang diwajibkan:
- Klasifikasi Fluida: Menggunakan oli mineral murni yang diberi perlakuan aditif anti-aus dan anti-busa tipe HL atau HLP sesuai DIN 51524. Untuk instalasi khusus tahan api, fluida ester fosfat sintetis (tipe HFD-R) dapat diaplikasikan.
- Rentang Viskositas Kerja: Rentang viskositas fluida operasional yang diizinkan adalah .
- Tingkat Kebersihan Fluida (Cleanliness Level): Kontaminasi maksimum fluida kerja dibatasi pada NAS 1638 Kelas 9. Pihak pabrikan merekomendasikan unit penyaringan dengan efisiensi pemisahan partikel minimal .
2. Matriks Silang Merek Oli yang Disetujui (Lube Oil Cross-Reference Matrix)
DIGITAL TWIN: VISKOMETER KOMPARATIF 3D (CLP 460 vs EP 220 vs HLP 46)
Model simulasi 3D interaktif di bawah ini memvisualisasikan matriks viskositas oli industri ISO VG 460, 220, dan 46 menggunakan tabung viskometer bola jatuh (falling-ball viscometer). Geser slider temperatur untuk melihat pengaruh termal terhadap laju alir kinematik secara dinamis.
Guna mempermudah pengadaan di pabrik semen tanpa melanggar ketentuan garansi pabrikan, tabel silang berikut memuat merek dagang pelumas yang telah diuji dan disetujui resmi oleh Lohmann + Stolterfoht berdasarkan lembar standar LSN 935 1410:
| Produsen Pelumas | Nama Produk / Merek Dagang | Basis Formula | Titik Tuang (Pourpoint) | Kategori Persetujuan L+S |
|---|---|---|---|---|
| Agip | Blasia 460 | Mineral EP | Grup LS1 | |
| Aral | Degol BG 460 | Mineral EP | Grup LS1 | |
| Aral | Degol TU 460 | Mineral EP | Standar CLP 460 | |
| AVIA | Avilub RSX 460 | Mineral EP | Grup LS1 | |
| BP (British Petroleum) | Energol GR-XP 460 | Mineral EP | Grup LS1 | |
| Castrol | Alpha SP 460 | Mineral EP | Grup LS1 | |
| Castrol | Alpha ZN 460 | Mineral Bebas Seng | Standar CLP 460 | |
| Castrol | Alphasyn T 460 | Sintetis PAO | Grup LS1 & LS3 | |
| Chevron | NL Gear Compound 460 | Mineral EP | Grup LS1 | |
| DEA | Falcon CLP 460 | Mineral EP | Grup LS1 | |
| ESSO | Spartan EP 460 | Mineral EP | Grup LS1 | |
| ELF | Reductelf SP 460 | Mineral EP | Grup LS1 | |
| ELF | Elf Epona Z 460 | Mineral EP | Grup LS1 | |
| ELF | Reductelf Synthese 460 | Sintetis PAO | Grup LS1 & LS3 | |
| Fina | Giran L 460 | Mineral EP | Grup LS1 | |
| Fuchs | Renep Compound 110 | Mineral EP | Grup LS1 | |
| Klüber | Lamora 460 | Mineral Khusus | Standar CLP 460 | |
| Kuwait Petroleum | Q8 Goya 460 | Mineral EP | Grup LS1 | |
| Kuwait Petroleum | Q8 Schumann 460 | Sintetis PAO | Grup LS3 | |
| Mobil | Mobilgear 634 | Mineral Berbeban Berat | Standar CLP 460 | |
| Mobil | Mobilgear SHC 460 | Sintetis PAO Ekstrem | Grup LS1 & LS3 | |
| Optimol | Optigear 460 | Mineral Beraditif Mikro-aktif | Grup LS1 | |
| Shell | Omala Öl 460 | Mineral Ekstrem Presisi | Grup LS1 | |
| Total | Carter EP 460 | Mineral EP | Grup LS1 | |
| Tribol | Tribol 1100/460 | Mineral EP TGS | Grup LS1 | |
| Tribol | Tribol 1510/460 | Sintetis | Grup LS1 & LS3 | |
| Wintershall | Ersolan 460 | Mineral EP | Grup LS1 |
3. Jadwal Pemeliharaan & Inspeksi Berkala
DIGITAL TWIN: 3D PREVENTIVE MAINTENANCE LIFECYCLE CAROUSEL
Simulasi 3D interaktif siklus pemeliharaan berkala POLYCOM 93 dan REDULUS CPV 350. Klik setiap pilar interval pemeliharaan untuk menginspeksi komponen target, langkah verifikasi teknis, serta kriteria keberterimaan pabrikan.
Strategi keandalan mesin (reliability-centered maintenance) POLYCOM 93 memadukan inspeksi visual harian dengan kalender penggantian fluida berbasis jam operasional mesin.
3.1 Matriks Penjadwalan Servis Preventif
| Interval Waktu | Komponen Sasaran | Prosedur Pelaksanaan & Metode Uji | Kriteria Keberterimaan (Acceptance Criteria) |
|---|---|---|---|
| 10 Jam Beban Penuh | Sambungan baut struktural Reducer CPV 350 | Uji torsi seluruh sekrup pengikat, baut flensa M42, dan sambungan tumpuan torsi saat unit berhenti. | Tidak ada baut yang kendur dari nilai torsi nominal pada Gambar 0/3864/5001/2. |
| Harian (Daily) | Reducer, Sirkuit Hidrolik, & Sistem Pipa | Inspeksi visual kebocoran paking, periksa kekedapan sambungan flensa (tightness), dan pantau stabilitas tekanan. | Bebas dari tetesan oli (zero leakage); tekanan hisap pompa Hoven normal (). |
| Harian (Daily) | Unit Reducer & Pompa Hidrolik | Pemeriksaan akustik terhadap anomali suara putaran (unusual running noise) dan getaran bodi. | Suara putaran roda gigi dan pompa terdengar seragam, tidak ada ketukan (knocking). |
| Mingguan (Weekly) | Karter Reducer REDULUS CPV 350 | Pemeriksaan ketinggian pelumas melalui lubang sekrup kontrol (oil level check screw) saat unit mati total. | Permukaan cairan oli berada rata dengan batas tepi bawah lubang bor kontrol (lower edge of boring). |
| 250 Jam Operasi | Karter Gearbox REDULUS CPV 350 | Penggantian Oli Pertama (First Break-in Oil Change): Kuras total oli awal saat unit masih hangat, bilas endapan partikel, lalu isi oli baru. | Gram keausan awal terbuang bersih; oli pengganti baru tipe CLP 460 murni tanpa kontaminan. |
| Bulanan (Monthly) | Sambungan Mekanikal & BOGIFLEX | Pemeriksaan kekencangan baut penegang cincin susut (shrink disk), pasak baut tumpuan torsi (Pos. 17), dan pelat pengaman (Pos. 19). | Celah cincin luar shrink disk sejajar bidang rata (plane-parallel); pasak BOGIFLEX terkunci kokoh. |
| 6 Bulan Sekali | Minyak Pelumas Gearbox & Tangki Hidrolik | Pengambilan sampel laboratorium untuk pengujian analisis degradasi fisika-kimia fluida pelumas. | Parameter viskositas, bilangan asam (TAN), kadar air, dan partikel logam aus dalam batas aman. |
| 2.000 Jam / 12 Bulan | Reducer REDULUS CPV 350 | Penggantian Oli Berkala (Periodic Oil Change): Kuras habis oli lama dan isi ulang oli baru (mana yang tercapai lebih dulu). | Terhindar dari degradasi lumpur oksidasi dan pernis oli (varnish). |
| 2.000 Jam / 12 Bulan | Tangki Daya Hidrolik Wilhelm Hoven | Kuras tangki Pos. 1, bersihkan endapan kotoran dasar tangki, dan ganti elemen saringan tekanan tinggi Pos. 12. | Filter baru terpasang (856 0140DO20 BH/HC); tangki bersih bebas lumpur kontaminasi. |
| Tergantung Temperatur | Bantalan Sendi Putar (Rotary Union) | Injeksi pelumas gemuk industri Chevron medium menggunakan pistol manual: • T ≤ 38°C (100°F): Setiap 6 bulan sekali. • 38–93°C (100–200°F): Setiap 1 bulan sekali. • 93–190°C (200–375°F): 2 kali seminggu. | Diberi tepat 1 hingga 2 semprotan manual (shots); tidak boleh terjadi pelumasan berlebih (no over greasing). |
WARNING
Pentingnya Penggantian Oli Pertama 250 Jam: Penggantian oli awal setelah 250 jam operasi pertama pada gearbox REDULUS CPV 350 bersifat wajib (mandatory). Selama masa perataan awal (running-in period), partikel mikro logam hasil kontak antar-profil gigi roda gigi planet terlepas dan melayang di dalam fluida. Kegagalan membuang oli awal ini akan mengubah oli menjadi pasta abrasif yang mengikis bantalan rol dan merusak profil gigi.
4. Prosedur Pengambilan Sampel Oli, Batas Suhu, & Penanganan Kontaminasi
Pemantauan kondisi minyak pelumas (used oil analysis) secara berkala memungkinkan deteksi dini keausan komponen internal sebelum terjadi kegagalan katastropik mekanikal.
4.1 Prosedur Standar Pengambilan Sampel (Sampling SOP)
Guna memperoleh data analisis laboratorium yang akurat dan representatif:
- Waktu Pengambilan: Sampel diambil segera setelah unit mesin beroperasi dalam kondisi beban normal (suhu kerja stabil) agar partikel gram dan kontaminan terdistribusi secara homogen.
- Titik Pengambilan Sampel: Ambil sampel fluida dari titik tengah kedalaman karter atau melalui keran uji khusus. Dilarang mengambil sampel dari dasar pembuangan paling bawah karter (drain cock) karena area tersebut mengendapkan lumpur statis non-representatif.
- Wadah Sampel: Gunakan botol sampel kaca atau polietilena berkekuatan tinggi yang telah disterilkan dan bersertifikasi bersih (ultra-clean sample bottle).
- Pembilasan Saluran: Buka saluran uji dan buang sekitar 0,5–1 Liter fluida pertama guna membersihkan kotoran pipa sebelum sampel ditampung ke dalam botol analisis.
4.2 Ambang Batas Kritis Parameter Uji Laboratorium
Keputusan mengenai kelayakan penggunaan kembali pelumas (decision on further use) didasarkan pada parameter uji laboratorium berikut:
| Parameter Analisis | Metode Standar Uji | Batas Peringatan Awal (Alert) | Batas Penggantian Kritis (Action Required) |
|---|---|---|---|
| Viskositas Kinematik (40°C) | ASTM D445 / ISO 3104 | Deviasi ± 5% dari nilai baru (460 cSt) | Deviasi melampaui ± 10% (< 414 cSt atau > 506 cSt) |
| Kandungan Air (Water Content) | ASTM D6304 (Karl Fischer) | () | () Emulsifikasi parah |
| Bilangan Asam (Total Acid No.) | ASTM D664 / D974 | Kenaikan dari oli baru | Kenaikan Oksidasi lanjut |
| Tingkat Kebersihan Partikel | ISO 4406 / NAS 1638 | NAS Kelas 8 (ISO 19/16/13) | Melebihi NAS 1638 Kelas 9 (ISO 20/17/14) |
| Kandungan Logam Aus (Fe, Cu) | ICP-AES (Spektrometri) | ; | ; |
DANGER
Bahaya Percampuran Basis Formula & Batas Termal Reducer:
- LARANGAN PENCAMPURAN BASIS OLI: Dilarang keras mencampurkan oli berbasis mineral dengan oli sintetis polialfaolefin (PAO) atau poliglikol (PAG). Ketidakcocokan kimia aditif akan merusak struktur molekul rantai hidrokarbon, membentuk gel endapan asam pekat, dan memicu kerusakan total pada lapisan bantalan gelinding.
- BATAS TEMPERATUR 90°C: Temperatur operasi pelumas gearbox dilarang keras melampaui . Operasi kontinu di atas suhu ini melipatgandakan laju oksidasi fluida setiap kenaikan (hukum Arrhenius), memusnahkan ketahanan aus film oli, dan memicu kegagalan fatik permukaan gigi (pitting / micro-pitting).
5. Indeks Master Suku Cadang Lintas Modul (Master Spare Parts Cross-Reference Index)
Tabel inventaris induk terpadu yang mengonsolidasikan komponen suku cadang mekanikal, hidrolik, dan instrumen kontrol dari seluruh modul operasional POLYCOM 93:
| Sub-Sistem / Modul | Pos. | Sebutan Komponen (Designation) | Manufaktur Rujukan | Part Number / Spesifikasi Teknis | Keterangan Teknis Operasional |
|---|---|---|---|---|---|
| Unit Reducer CPV 350 | — | Gearbox Tiga Tingkat Spur-Planetary | Lohmann + Stolterfoht | REDULUS CPV 350 - 3331 | , , Bobot . |
| Unit Reducer CPV 350 | — | Baut Flensa Poros Reducer | Standar Industri / L+S | M42 x 3 x 150 (6kt-Schrauben) | Baut kepala segienam berkekuatan tinggi. |
| Unit Reducer CPV 350 | 11 | Tuas Torsi BOGIFLEX (Levers) | Lohmann + Stolterfoht | Dokumen No. 0/3864/1002/0 | Sambungan lengan reaksi torsi gearbox. |
| Unit Reducer CPV 350 | 27 | Sabuk Penarik Torsi (Pull Straps) | Lohmann + Stolterfoht | Dokumen No. 0/3864/1002/0 | Penghubung beban tarik penahan torsi. |
| Unit Reducer CPV 350 | 17 | Pasak Baut Pengikat (Bolts) | Lohmann + Stolterfoht | Dokumen No. 0/3864/1002/0 | Pasak engsel penahan beban reaksi. |
| Unit Reducer CPV 350 | 19 | Pelat Pengaman Poros (Axle Guards) | Lohmann + Stolterfoht | Dokumen No. 0/3864/1002/0 | Pengunci posisi aksial pasak BOGIFLEX. |
| Unit Reducer CPV 350 | — | Cincin Susut (Shrink Disk) | Lohmann + Stolterfoht | Tipe Schrumpfscheibe Standar L+S | Penguncian friksi poros flensa rongga. |
| Unit Reducer CPV 350 | — | Sensor Temperatur Tahanan | Lohmann + Stolterfoht | Termometer Resistansi (Pt100) | Pemantau suhu termal karter kontinu. |
| Hidrolik Daya Hoven | 1 | Tangki Oli Hidrolik (Oil Reservoir) | Wilhelm Hoven Hydraulik | M4816-850-2.1 | Konstruksi baja las pelat dengan baffle. |
| Hidrolik Daya Hoven | 2 | Keran Pembuangan Oli (Drain Cock) | Wilhelm Hoven Hydraulik | 761 KN25.720-1 | Keran isolasi pengurasan karter. |
| Hidrolik Daya Hoven | 3 | Indikator Ketinggian Oli Visual | Wilhelm Hoven Hydraulik | 858/0102 | Gelas penduga level oli tangki transparan. |
| Hidrolik Daya Hoven | 4 | Filter Udara Pengisian & Pernapasan | Wilhelm Hoven Hydraulik | 857 ELF5-20-4.0 | Filter napas tangki ulir sambungan G2. |
| Hidrolik Daya Hoven | 5 | Filter Saluran Balik (Recoil Filter) | Wilhelm Hoven Hydraulik | 857 RFBNHC110G2 | Elemen pengganti: 857 0110R020BLT. |
| Hidrolik Daya Hoven | 6 | Sakelar Ketinggian Oli (Level Switch) | Wilhelm Hoven Hydraulik | 860 SSM.2A5 | Kontak alarm dan trip shutdown . |
| Hidrolik Daya Hoven | 7 | Pompa Roda Gigi Internal | Wilhelm Hoven Hydraulik | 855 IPC4-25-6 | , tekanan kontinu 210 bar. |
| Hidrolik Daya Hoven | 8 | Kopling Fleksibel Pompa (Coupling) | Wilhelm Hoven Hydraulik | 854 B42.25-42x60 | Penghubung poros motor-pompa elastis. |
| Hidrolik Daya Hoven | 9 | Tumpuan Pompa (Pump Support) | Wilhelm Hoven Hydraulik | 853 R350/188/200 | Dudukan bell housing motor flensa. |
| Hidrolik Daya Hoven | 10 | Motor Flensa Penggerak Listrik | Wilhelm Hoven Hydraulik | 852/0013 S0 | Motor listrik 3-fasa penggerak pompa. |
| Hidrolik Daya Hoven | 11 | Blok Manifold Katup Utama | Wilhelm Hoven Hydraulik | M4816-750-1.1 | Manifold sentral distribusi sirkuit L dan R. |
| Hidrolik Daya Hoven | 12 | Filter Tekanan Tinggi Saluran Pompa | Wilhelm Hoven Hydraulik | 856 DF BH/HC140 | Elemen mikroglas: 856 0140DO20 BH/HC. |
| Hidrolik Daya Hoven | 13 | Katup Pembatas Tekanan Sistem | Wilhelm Hoven Hydraulik | 756 ZDB10 | Tekanan pengaman disetel pada 180 bar. |
| Hidrolik Daya Hoven | 14 | Katup Solenoid Pengarah 4/3-Way | Wilhelm Hoven Hydraulik | 755 4WE10P | Solenoid ganda Y2/Y3 pengarah aliran rol. |
| Hidrolik Daya Hoven | 15 | Blok Redam Aliran (Throttle Block) | Wilhelm Hoven Hydraulik | 750 6469.07.03 | Blok pengatur cekik aliran oli manifold. |
| Hidrolik Daya Hoven | 16 | Katup Solenoid Pengarah Cabang | Wilhelm Hoven Hydraulik | 755 4WE6J W220R | Solenoid kontrol Y4/Y5 (L) dan Y6/Y7 (R). |
| Hidrolik Daya Hoven | 17 | Katup Cek Terkontrol (Check Valve) | Wilhelm Hoven Hydraulik | 759 Z2S6 | Penahan tekanan statis silinder rol. |
| Hidrolik Daya Hoven | 18 | Katup Pengatur Aliran Presisi 2-Way | Wilhelm Hoven Hydraulik | 757 2 FRM6 B 7 | Katup cekik presisi aliran . |
| Hidrolik Daya Hoven | 19 | Pelat Penyearah Aliran Sandwich | Wilhelm Hoven Hydraulik | 759 Z4 S6 | Tekanan buka 0,7 bar, kapasitas . |
| Hidrolik Daya Hoven | 20 | Katup Solenoid Sirkulasi 3/2-Way | Wilhelm Hoven Hydraulik | 755 W3-0B | Solenoid Y1 untuk bypass pompa ke tangki. |
| Hidrolik Daya Hoven | 21 | Titik Pengujian Tekanan Mini | Wilhelm Hoven Hydraulik | 270/0202 | Nipel uji Minimess pemantauan tekanan cepat. |
| Hidrolik Daya Hoven | 30 | Pemanas Rendam Listrik Tangki | Wilhelm Hoven Hydraulik | 859 2030861 | Immersion heater fluida saat suhu dingin. |
| Hidrolik Daya Hoven | 34 | Tabung Akumulator Piston Gas | Wilhelm Hoven Hydraulik | 866 K35-TR (Klem: Typ 9) | Pegas hidro-pneumatik Float Roll (2 unit). |
| Hidrolik Daya Hoven | 39 | Katup Pengaman Langsung Sirkuit Rol | Wilhelm Hoven Hydraulik | 756 DBDS06G | Tekanan buang disetel pada 220 bar. |
| Hidrolik Daya Hoven | 45 | Silinder Penekan Utama Floating Roll | Wilhelm Hoven Hydraulik | PLB 500-90 (Desain M3625.3) | 4 unit silinder torak plunger bertekanan. |
| Hidrolik Daya Hoven | 46 | Silinder Hidrolik Bantu Posisi | Wilhelm Hoven Hydraulik | PLB 100-95 (Desain M4437) | 4 unit silinder penarik mundur (). |
| Hidrolik Daya Hoven | 47 | Blok Pengaman Akumulator Terpadu | Wilhelm Hoven Hydraulik | M4678-750-1.2 (NG63/63 M4678.2) | Rumah pengaman langsung leher tabung gas. |
| Hidrolik Daya Hoven | 48 | Kartrid Katup Pembatas Tekanan | Wilhelm Hoven Hydraulik | 756 DBDS 10 | Kartrid pelepas tekanan lebih akumulator. |
| Hidrolik Daya Hoven | 49 | Katup Cek Hidrolik dengan Pilot | Wilhelm Hoven Hydraulik | 759 HRP 4V | Dilengkapi predischarge dan solenoid kontrol. |
| Hidrolik Daya Hoven | 50 | Katup Cek Hidrolik Bebas Rintisan | Wilhelm Hoven Hydraulik | 759 HRP 4 | Katup satu arah blok pengaman pipa akumulator. |
| Hidrolik Daya Hoven | 51 | Blok Katup Tercekik / Tanpa Hambatan | Wilhelm Hoven Hydraulik | NG62/25 M4796.1 | Drosselblock peredam kejut Floating Roll. |
| Komponen Drosselblock | 18 | Spindel Pengatur Cekik (Spindle) | Wilhelm Hoven Hydraulik | M4796-757-2.1 | Spindel penyetel laju aliran redaman roll. |
| Komponen Drosselblock | 20 | Mur Pengunci Spindel (Nut) | Wilhelm Hoven Hydraulik | M20x1.5 DIN 439-04 | Mur pengunci dudukan penyetelan spindel. |
| Komponen Drosselblock | 21 | Cincin Perapat Tembaga Berkekedapan | Wilhelm Hoven Hydraulik | Usitring U 42.7/53/3 | Cincin sekat fluida bertekanan tinggi. |
| Pfaff-silberblau | — | Poros Elastis Rongga Lengkap | Pfaff-silberblau | Tipe GZ dengan Centering Joint | Rakitan poros transmisi sinkron karet. |
| Pfaff-silberblau | — | Baut Berperekat Ulir Khusus | Pfaff-silberblau | Baut Khusus Inbus Plus | Dilapisi mikrokapsul perekat (waktu rekat 4–5 jam). |
| Pfaff-silberblau | — | Kotak Roda Gigi Sudut (Mitre Gear) | Pfaff-silberblau | Seri K (K 0.5.13 s/d K 60.13) | Rasio 1:1, 2:1, 3:1 (pelumas Spartan EP 220). |
| Pfaff-silberblau | 13 | Spindel Ulir Angkat (Lifting Screw) | Pfaff-silberblau | Part No. 13 (Tipe 1, Ukuran 0,5–100) | Spindel transmisi mekanis daya angkat rol. |
| Pfaff-silberblau | 23 | Bantalan Beban Aksial Dongkrak | Pfaff-silberblau | Part No. 23 (Tipe 1, Ukuran 0,5–100) | Thrust Ball Bearing penyerap beban dorong. |
| Pfaff-silberblau | 25 | Perapat Poros Putar (Shaft Seal) | Pfaff-silberblau | Part No. 25 (Tipe 1, Ukuran 2–15) | Sil perapat bibir radial penahan debu semen. |
| Sendi Putar Fluida | — | Rakitan Sendi Putar Bantalan Peluru | Rotary Union Corp. | Seri Standar & 9.000 Tipe "P" / "S" | Penyalur pendingin rol (maksimal 250 PSI). |
| Sendi Putar Fluida | — | Bantalan Peluru Alur Dalam | Rotary Union Corp. | 105-U s/d 905-U (poros 1/4" s/d 3") | Bantalan putar berpelumas gemuk Chevron. |
| Sendi Putar Fluida | — | Rakitan Bellows Elastis Kuningan | Rotary Union Corp. | 120-U s/d 920-U (poros 1/4" s/d 3") | Penjaga kontak muka perapat dinamis. |
| Sendi Putar Fluida | — | Cincin Perapat Muka Karbon | Rotary Union Corp. | 108-U s/d 908-U (poros 1/4" s/d 3") | Bidang kontak gesek kedap fluida putar. |
| Penyaring Fluida | — | Rumah Filter Kuningan (Dirt Trap) | Auxiliary Systems | ST-BR-01 Brass Housing | Rumah kuningan penahan endapan kotoran pipa. |
| Penyaring Fluida | — | Kawat Saring Baja Tahan Karat | Auxiliary Systems | Stainless Steel Wire Mesh Screen | Anyaman kawat stainless steel lepas-pasang. |