Skip to content

04. Komponen Transmisi & Aksesori Mekanikal Pendukung

Dokumentasi teknis resmi untuk rakitan poros elastis rongga (hollow elastic shaft assemblies), unit pengangkat spindel ulir (worm gear screw jacks), kotak roda gigi sudut (mitre gear boxes), sambungan sendi putar fluida (rotary unions), serta unit penyaring kotoran fluida (dirt trap) pada instalasi pendukung mesin POLYCOM 93.

Poros Elastis Rongga
Pfaff GZ / Inbus Plus
Baut mikro-enkapsulasi • Waktu pengerasan 4–5 jam
Kotak Roda Gigi Sudut
1:1 • 2:1 • 3:1
Pelumas EP 220 (106–150 cSt pada 50°C)
Sendi Putar Fluida
Max 250 PSI
Seri 9000 & Standar (≈ 17,2 bar) • Desain Mengambang
Penyaring Fluida
Dirt Trap Kuningan
Elemen kawat anyam baja tahan karat (*stainless steel*)

Quick Parameter Badges

Manufaktur: Pfaff-silberblauBaut Ulir: DIN G 12 (M6-M20)Pengerasan Perekat: 4-5 Jam (20°C)Tekanan Rotary Union: Max 250 PSIKecepatan Kritis: >400 RPMPelumas: Chevron Industrial Medium

1. Poros Elastis Rongga (Hollow Elastic Shaft Assemblies - Pfaff-silberblau)

Rakitan poros elastis berongga digunakan untuk mentransmisikan daya putar secara sinkron antar-unit mekanis sekaligus menyerap deviasi sudut aksial dan getaran mekanis melalui kopling sambungan karet fleksibel (flexible rubber joints).

1.1 Prosedur dan Urutan Perakitan (Sequence of Assembly)

Pemasangan unit poros elastis harus mengikuti urutan tahapan kerja berikut secara ketat:

  1. Penyambungan Elemen Karet secara Radial: Sambungkan sambungan karet (rubber joints) ke poros rongga (hollow shaft) secara radial menggunakan baut pengikat bawaan pabrik.
  2. Pemasangan Hub Flensa: Pasang hub flensa (flange hubs) ke masing-masing ujung poros mesin, kemudian kencangkan baut-baut penyetelnya (adjusting screws).
  3. Pemasangan Poros Rongga: Tempatkan poros rongga yang telah terpasang unit sambungan karet ke posisi di antara kedua hub flensa, lalu ikat dan kencangkan secara aksial menggunakan baut.
  4. Pemeriksaan Model Khusus GZ: Pada model GZ, sambungan pemusat (centering joints) wajib dipasang ke dalam poros berongga bersama dengan unit karet yang dirakit sebelumnya. Sebelum hub flensa dikencangkan dengan baut, periksa dan pastikan posisi dudukan sambungan pemusat telah terpasang tepat pada tempatnya (exact seat).
  5. Kondisi Pasokan Pra-rakit: Apabila unit kopling dikirimkan oleh pabrikan dalam kondisi sudah terpasang (pre-assembled state), jangan membongkar komponen tersebut, melainkan langsung pasang unit sebagaimana kondisi saat diterima.

1.2 Ketentuan Torsi Pengencangan Baut & Reduksi Gesekan

Baut radial dan aksial yang menghubungkan elemen sambungan karet ke hub flensa wajib dikencangkan secara presisi menggunakan kunci torsi (torque wrench). Hubungan momen torsi pengencangan baut (MAM_A) terhadap gaya pra-tarik aksial (FMF_M) dinyatakan sebagai:

MA=FM(0,16Ppitch+0,58d2μthread+Dk+dh4μhead) [Nm]M_A = F_M \cdot \left( 0{,}16 \cdot P_{\text{pitch}} + 0{,}58 \cdot d_2 \cdot \mu_{\text{thread}} + \frac{D_k + d_h}{4} \cdot \mu_{\text{head}} \right) \text{ [Nm]}

Faktor konversi torsi teknis Jerman (DIN standar):

1 mkp=1 kpm=9,80665 Nm9,81 Nm1\text{ mkp} = 1\text{ kp}\cdot\text{m} = 9{,}80665\text{ N}\cdot\text{m} \approx 9{,}81\text{ Nm}

Batasan tekanan kerja maksimum Rotary Union Seri 9000:

Pmax=250 PSI=250×0,0689476 bar=17,237 bar1,72 MPaP_{\text{max}} = 250\text{ PSI} = 250 \times 0{,}0689476\text{ bar} = 17{,}237\text{ bar} \approx 1{,}72\text{ MPa}

Pengencangan hanya berdasarkan perkiraan rasa rabaan tangan (tightening by touch) dilarang keras karena terbukti menghasilkan momen torsi yang jauh di bawah standar. Torsi yang terlalu rendah akan menyebabkan baut mengendur secara perlahan saat mesin beroperasi, yang pada akhirnya memicu kehancuran total pada unit kopling.

Sebelum baut dipasang, oleskan sedikit gemuk (small amount of grease) tepat di bawah kepala baut untuk meminimalkan gaya gesek putar antara kepala baut dan komponen aluminium. Saat mengencangkan baut (terutama baut radial), tahan dan berikan tekanan balik pada sambungan karet untuk mencegah terpuntirnya bagian karet (twisting of the rubber part). Hal ini krusial agar permukaan silindris antara sisipan aluminium (aluminium insert) dan hub dapat menempel rata secara penuh pada seluruh bidang kontak, bukan hanya bertumpu pada dua titik sudut.

Ukuran Baut (DIN G 12)Momen Torsi Nominal (mkp\text{mkp})Konversi Satuan Metrik (Nm\text{Nm})
M61,0 mkp1,0\text{ mkp}9,8 Nm\approx 9,8\text{ Nm}
M82,5 mkp2,5\text{ mkp}24,5 Nm\approx 24,5\text{ Nm}
M105,0 mkp5,0\text{ mkp}49,0 Nm\approx 49,0\text{ Nm}
M129,0 mkp9,0\text{ mkp}88,3 Nm\approx 88,3\text{ Nm}
M1414,0 mkp14,0\text{ mkp}137,3 Nm\approx 137,3\text{ Nm}
M1622,0 mkp22,0\text{ mkp}215,7 Nm\approx 215,7\text{ Nm}
M2050,060,0 mkp50,0\text{--}60,0\text{ mkp}490,3588,4 Nm\approx 490,3\text{--}588,4\text{ Nm}

DANGER

Bahaya Kerusakan Fatal Akibat Pengencangan Tanpa Kunci Torsi: Baut pengikat sambungan karet yang dipasang tanpa menggunakan torque wrench berisiko tinggi mengalami kendur dinamis akibat getaran siklis. Baut yang longgar akan merobek material elastomer karet dan mematahkan sisipan aluminium, menimbulkan bahaya lontaran serpihan logam berkecepatan tinggi ke area kerja.

1.3 Penggunaan Baut Khusus & Bahaya Perekat Kimia

Sistem penguncian baut dan interaksi kimia bahan perekat harus mengikuti spesifikasi berikut:

  • Panjang Baut Aksial: Untuk sambungan baut arah aksial, gunakan hanya baut yang berukuran lebih panjang (longer screws only).
  • Baut Pengunci Khusus "Inbus Plus": Gunakan hanya baut tipe Inbus Plus bawaan pabrik yang ulirnya telah dilapisi bahan perekat berbutir mikro (micro-encapsulated adhesive). Perekat ini berfungsi mengunci ulir secara mekanis-kimiawi agar terhindar dari bahaya baut kendur.
  • Waktu Pengerasan Perekat (Curing Time): Agar daya rekat kimiawi tercapai secara sempurna, dibutuhkan waktu pengerasan selama 4 hingga 5 jam pada suhu ruangan (20C20^\circ\text{C}). Unit kopling dilarang keras dioperasikan atau diberi beban putar sebelum rentang waktu pengerasan ini terlewati.

WARNING

Larangan Penggunaan Perekat Anaerobik Sembarangan: Bahan perekat anaerobik cair (seperti Loctite, Omnifit, dan sejenisnya) memiliki sifat melarutkan dan merusak ikatan vulkanisasi antara karet dan sisipan logam (loosen the adhesion of the rubber and the insert), yang berujung pada kehancuran struktur kopling. Penggunaan perekat anaerobik harus dihindari sebisa mungkin. Jika aplikasinya tidak dapat dihindari, oleskan cairan perekat dalam jumlah yang sangat sedikit dan berhati-hati agar cairan kimia tidak menetes atau membasahi material karet. Pabrikan menolak segala klaim kerusakan karet yang disebabkan oleh paparan cairan perekat yang tidak direkomendasikan. Unit kopling ini dirancang bebas perawatan (maintenance-free) dan tidak memerlukan pelumasan berkala.


2. Roda Gigi Sudut (Mitre Gear Boxes) & Worm Gear Screw Jacks

Unit roda gigi kerucut sudut (mitre gear boxes) dan dongkrak spindel ulir (worm gear screw jacks) dari Pfaff-silberblau berfungsi sebagai sistem transmisi sudut presisi dan mekanisme penyesuaian posisi mekanis.

2.1 Pemasangan & Penyejajaran (Mounting & Leveling Mitre Gear Boxes)

Kotak roda gigi sudut Pfaff-silberblau dipasok untuk pilihan rasio transmisi 1:11:1, 2:12:1, dan 3:13:1. Kecepatan putar yang lebih tinggi hanya diizinkan untuk diterapkan pada poros penggerak utama yang bertanda khusus n1n_1 (driving shaft).

Pedoman perakitan dan pemasangan unit roda gigi sudut:

  • Fondasi Mesin: Unit harus dibaut kokoh pada fondasi struktural yang telah diratakan (planed foundations) dan terbebas dari getaran eksternal (free from vibrations). Getaran berkelanjutan akan merusak permukaan gigi roda gigi kerucut dan memperpendek umur pakainya secara drastis.
  • Kopling Fleksibel: Sangat disarankan memasang kopling fleksibel pada poros masukan maupun keluaran untuk meredam beban kejut torsi (slacken shocks of the torque) serta mengompensasi pemuaian aksial poros akibat ekspansi panas termal (calefaction).
  • Penyejajaran Presisi (Exact Leveling): Seluruh poros transmisi wajib disejajarkan dan diukur kerataannya secara akurat (all shafts are to be exactly levelled). Kesalahan penyejajaran posisi (incorrect levelling) akan meningkatkan kebutuhan konsumsi daya listrik motor serta memperpendek usia operasional komponen internal.
  • Beban Benturan: Dilarang memberikan beban sentakan keras, pukulan, atau benturan palu (no shocks or strokes) pada ujung poros transmisi selama proses perakitan.
  • Tahap Uji Beban Awal (Run-in): Jalankan roda gigi sudut pada tahap awal dengan beban kerja ringan (reduced load) guna memastikan kelancaran putaran pasangan roda gigi.
  • Posisi Ventilasi dan Pembuangan: Baut pengisian oli yang dilengkapi lubang ventilasi udara (air ventilation bore) serta sumbat pembuangan oli (drain plug) wajib dipasang dan disesuaikan posisinya dengan orientasi tumpuan kotak roda gigi (konfigurasi B3, B6, B7, B8, V5, atau V6).

WARNING

Larangan Membongkar Roda Gigi Kerucut (Bevel Wheels): Dilarang melepas atau mengutak-atik susunan roda gigi kerucut (do not dismount bevel wheels) di dalam bodi kotak roda gigi. Penyetelan celah kontak permukaan gigi (contact pattern) yang presisi hanya boleh dilakukan oleh teknisi spesialis bersertifikasi resmi dari pabrikan (adjusted by an expert only).

2.2 Volume & Pelumasan Mitre Gear Boxes

Kebutuhan volume pelumas dan jenis oli roda gigi mineral industri beraditif tekanan ekstrem (extreme pressure):

Tipe Kotak Roda GigiVolume Pengisian OliSpesifikasi Pelumas ResmiInterval Penggantian Oli
Tipe K 0.5.130,1 LiterEsso Spartan EP 220

DEA-Texaco Viscobil SMT 16

• Pelumas roda gigi industri setara (106–150 cSt/50°C, 14–20 °E/50°C)
Penggantian Pertama: Kuras setelah ~ 200 jam operasi (maksimal 3 bulan). Bersihkan kotoran karter menggunakan minyak pembilas (scavenging oil).

Penggantian Berkala: Setiap 2.000 jam operasi secara rutin.
Tipe K 11.130,5 Liter
Tipe K 25.131,0 Liter
Tipe K 60.132,0 Liter

2.3 Katalog Suku Cadang Worm Gear Screw Jacks (Tipe 1, Ukuran 0,5–100)

Rincian komponen mekanikal dongkrak spindel ulir (screw jacks) berdasarkan dokumen resmi Pfaff-silberblau Spare Parts List 13.1.6 - 13 E:

Part No.Deskripsi Komponen (Nomenclature)Sebutan Suku CadangJml. Ukuran 0,5 (Desain A/B)Jml. Ukuran 2–15 (Desain A/B)
1HousingRumah Roda Gigi1 / 11 / 1
2Housing CoverTutup Rumah Gigi1 / 11 / 1
2 aBase PlatePelat Dasar— / —Sesuai varian
3Bearing CoverPenutup Bantalan— / —2 / 2
4Upper Guide RingCincin Pemandu Atas1 / —1 / —
5Lower Guide RingCincin Pemandu Bawah— / 1— / 1
6Protection Tube completeTabung Pelindung Rakitan1 / 11 / 1
7Head Type II (Load pad)Kepala Penumpu Tipe II1 / 11 / 1
8Head Type IVKepala Batang Tipe IV1 / 11 / 1
10Pfaff-Name PlatePelat Nama Pabrikan1 / 11 / 1
12Screw Type RingCincin Ulir PemanduSesuai part 4 & 5Sesuai part 4 & 5
13Lifting ScrewPoros Spindel Ulir Angkat1 / 11 / 1
14WormPoros Cacing (Sesuai rasio)1 / 11 / 1
15Worm WheelRoda Cacing (Sesuai rasio)1 / 11 / 1
16Hexagon ScrewBaut Kepala Segienam— / —6 / 6 (atau 8)
17Serrated Lock WasherCincin Pengunci Bergerigi— / —6 / 6 (atau 8)
18Retaining RingCincin Penahan Jepit2 / 2— / —
19Hexagon Socket Set ScrewSekrup Tanam Segienam2 / 22 / 2
22Hexagon Socket Set ScrewSekrup Tanam Segienam1 / 11 / 1
23Thrust Ball BearingBantalan Bola Aksial2 / 22 / 2
24Worm Rolling BearingBantalan Gelinding Poros Cacing2 / 22 / 2
25Rotary Shaft SealSil Perapat Poros Putar— / —2 / 2
26Parallel PinPasak Silinder ParalelSesuai kebutuhanSesuai kebutuhan
27Lubrication NippleNipel Pengisian Gemuk1 / 11 / 1
28RivetPaku Keling Pelat Nama2 / 22 / 2
29Fitting KeyPasak Pengikat Pasang2 / 22 / 2
30Spring Type Straight PinPin Pegas Lurus (Tipe IV)1 / 11 / 1

NOTE

Prosedur Pemesanan Suku Cadang Screw Jack: Saat mengajukan pesanan suku cadang resmi ke Pfaff-silberblau Hebezeugfabrik GmbH, dokumen pesanan wajib mencantumkan empat parameter identifikasi:

  1. Nomor Suku Cadang (Part Number) mengacu pada daftar di atas.
  2. Nomor Seri Unit (Serial Number).
  3. Ukuran Nominal (Nominal Size) beserta Nomor Manufaktur mesin.
  4. Tahun Pembuatan unit Worm Gear Screw Jack bersangkutan.

3. Sendi Putar Fluida (Take-Apart Ball Bearing Rotary Unions)

DIGITAL TWIN: MAIER ROTARY UNION SERIES 9000

Gunakan kontrol 3D interaktif untuk memeriksa sirkulasi pendingin air dua arah (dual-flow circulation), rotasi rotor kuningan presisi, cincin perapat karbon-grafit (carbon mechanical seal), dan ayunan fleksibel selang anyaman baja tahan karat (stainless steel braided hose).

Sendi putar fluida tipe Take-Apart Ball Bearing Rotary Union (Seri Standar dan Seri 9.000 tipe "P" dan "S") berfungsi menyalurkan fluida pendingin atau pelumas dari sistem perpipaan stasioner ke dalam inti rol giling (grinding rolls) yang berputar secara kontinu.

3.1 Pedoman Operasional & Larangan Sambungan Kaku

Agar sendi putar bekerja stabil tanpa kebocoran dini, patuhi aturan dasar berikut:

  • Dilarang Mengikat Rumah Sendi Putar (Do Not Anchor Rotary Union): Rumah sendi putar dilarang keras diikat, dijepit mati, atau dibaut secara kaku pada struktur penyangga mesin.
  • Koneksi Wajib Menggunakan Selang Fleksibel (Do Not Pipe Directly): Dilarang menyambungkan pipa logam kaku secara langsung ke bodi unit. Jalur transmisi fluida wajib menggunakan selang fleksibel (flexible hose) sebagai penghubung ke pipa suplai.
  • Orientasi Lengkungan Selang Fleksibel: Pasang selang fleksibel dengan arah lengkungan yang searah dengan putaran roll (install hose with curve in direction of rotation).
  • Desain Mengambang Bebas (Designed to Float): Konstruksi unit dirancang khusus untuk mengambang (float) bersama selang fleksibel guna menyerap eksentrisitas gerak radial dan aksial putaran poros mesin secara mandiri.
  • Kecepatan Tinggi: Penggunaan sambungan ulir mesin presisi (machine threads) sangat direkomendasikan untuk kecepatan putaran di atas 400 RPM.
  • Batas Tekanan Operasional: Unit sendi putar mampu menahan tekanan kerja fluida hingga maksimum 250 PSI (17,2 bar\approx 17,2\text{ bar}).

DANGER

Bahaya Pemasangan Sambungan Pipa Kaku pada Rotary Union: Pemasangan pipa logam kaku langsung ke bodi Rotary Union akan menghilangkan kemampuan unit untuk mengambang (floating). Gaya momen bengkok yang timbul akan mematahkan leher poros putar, menghancurkan bantalan bola, dan memicu semburan fluida kerja bertekanan tinggi yang membahayakan teknisi di area mesin.

3.2 Jadwal & Manajemen Pelumasan Berdasarkan Suhu Operasi

Pelumasan bantalan bola pada Rotary Union diatur berdasarkan rentang temperatur kerja aktual:

Rentang Suhu Kerja (°F)Rentang Suhu Kerja (°C)Jadwal Frekuensi PelumasanJumlah Dosis Gemuk
Hingga 100F100^\circ\text{F}Hingga 38C38^\circ\text{C}Setiap 6 Bulan Sekali (Every 6 Mo.)1 – 2 Semprotan (Shots)
100F100^\circ\text{F} hingga 200F200^\circ\text{F}38C38^\circ\text{C} hingga 93C93^\circ\text{C}Setiap 1 Bulan Sekali (Every Mo.)1 – 2 Semprotan (Shots)
200F200^\circ\text{F} hingga 375F375^\circ\text{F}93C93^\circ\text{C} hingga 190C190^\circ\text{C}Dua Kali Seminggu (Twice Per Week)1 – 2 Semprotan (Shots)

WARNING

Larangan Pemberian Gemuk Berlebih (Do Not Over Grease):

  • Dilarang menyuntikkan gemuk secara berlebihan (do not over grease) ke dalam rongga bantalan. Penumpukan gemuk padat akan meningkatkan panas gesek internal dan merusak cincin sekat sil poros.
  • Gunakan hanya pistol gemuk manual (hand operated grease gun). Dilarang menggunakan pompa gemuk pneumatik otomatis bertekanan tinggi yang dapat merusak segel debu.
  • Gunakan pelumas mutu industri tipe Chevron industrial medium grease atau pelumas gemuk industri yang setara.

3.3 Katalog Suku Cadang Rotary Union Berdasarkan Ukuran Poros

Rincian nomor komponen pengganti resmi untuk unit Rotary Union Seri Standar dan Seri 9.000:

Ukuran Poros (Shaft Size)Model Cartridge (RH / LH)Model Poros (Shaft)Bantalan Bola (Ball Bearing)Unit Bellows (Bellows Assembly)Cincin Segel (Seal Ring)
1/4"R021-U / L021-UR003-U / L003-U105-U120-U108-U
3/8"R121-U / L121-UR103-U / L103-U105-U120-U108-U
1/2"R221-U / L221-UR203-U / L203-U205-U220-U208-U
3/4"R321-U / L321-UR303-U / L303-U305-U320-U308-U
1"R421-U / L421-UR403-U / L403-U405-U420-U408-U
1 1/4"R521-U / L521-UR503-U / L503-U505-U520-U508-U
1 1/2"R621-U / L621-UR603-U / L603-U605-U620-U608-U
2"R721-U / L721-UR703-U / L703-U705-U720-U708-U
2 1/2"R821-U / L821-UR803-U / L803-U805-U820-U808-U
3"R921-U / L921-UR903-U / L903-U905-U920-U908-U

4. Penyaring Kotoran Fluida (Dirt Trap / Brass Strainer)

Unit penyaring kotoran fluida (dirt trap / strainer) dipasang pada saluran masuk sebelum fluida dialirkan ke sendi putar atau katup distribusi oli pendingin untuk mencegah masuknya kontaminan padat.

4.1 Konstruksi & Spesifikasi Teknis

  • Rumah Saringan (Housing): Terbuat dari bahan kuningan tuang berkekuatan tinggi (solid brass housing) yang tahan terhadap korosi air dan fluida kimia industri.
  • Elemen Kawat Saring (Exchangeable Screen): Terbuat dari jaring kawat anyam baja tahan karat (stainless steel wire mesh screen) yang dapat dilepas, dibersihkan, atau diganti dengan cepat.
  • Kerapatan Saringan: Menahan partikel gram pasir, kerak karat saluran pipa, serta endapan lumpur agar tidak menyumbat celah mikro pada dudukan sil karbon (carbon seal faces) sendi putar.

4.2 Prosedur Pembersihan & Perawatan Rutin

  1. Isolasi Aliran Fluida: Tutup keran bola suplai sebelum membuka unit penyaring.
  2. Pembongkaran Tutup Saringan: Buka sumbat penutup heksagonal pada bagian bawah badan kuningan menggunakan kunci pas yang sesuai.
  3. Pembersihan Keranjang Kawat: Tarik keluar elemen kawat saring baja tahan karat. Bersihkan kotoran yang menumpuk menggunakan semprotan udara bertekanan atau cairan pelarut pembersih.
  4. Inspeksi Kondisi Fisik: Periksa integritas anyaman kawat; segera ganti elemen jika ditemukan kawat robek atau berlubang.
  5. Pemasangan Kembali: Pasang kembali paking segel penutup, masukkan kawat saring pada dudukannya, dan kencangkan sumbat penutup bawah hingga kedap.

5. Matriks Pelumasan & Katalog Suku Cadang Aksesori (Spare Parts Index)

5.1 Matriks Komparasi Pelumasan Komponen Tambahan

Tabel panduan pemilihan pelumas terpadu untuk komponen mekanikal tambahan POLYCOM 93:

Komponen MekanikalMedia Pelumasan yang DisetujuiInterval Servis / Jadwal PenggantianCatatan Khusus Aplikasi
Poros Elastis Rongga (Pfaff)Tidak memerlukan pelumasan (maintenance-free)Bebas perawatanOleskan sedikit gemuk pada leher baut sebelum dipasang. Dilarang terkena Loctite.
Mitre Gear Box (Pfaff)Esso Spartan EP 220 / DEA Viscobil SMT 16Awal: 200 jam. Berkala: Setiap 2.000 jam operasi.Level oli dicek melalui baut kontrol sesuai orientasi pemasangan.
Screw Jacks (Pfaff)Gemuk pelumas nipel serbaguna industriPengecekan rutin bulanan / sesuai jadwal pabrikLumasi melalui nipel gemuk Pos. 27.
Rotary Union (Standar / 9000)Chevron industrial medium grease atau setaraSesuai suhu kerja: 6 bulan (<100°F), 1 bulan (100–200°F), 2x seminggu (200–375°F)Dosis 1–2 semprotan manual. Dilarang memberi gemuk berlebih.

5.2 Master Part Index Komponen Pendukung

Inventaris suku cadang pendukung kritis untuk keandalan instalasi pabrik:

Kategori KomponenPart / Model NumberDeskripsi Suku CadangPabrikan Rujukan
Shaft AssemblyDIN G 12 (M6 s/d M20)Baut berkekuatan tinggi khusus sambungan karetPfaff-silberblau
Shaft AssemblyInbus PlusBaut berlapis perekat mikro-enkapsulasi ulirPfaff-silberblau
Screw JackPart No. 13 (Tipe 1, Size 0,5–100)Lifting Screw (Spindel ulir angkat utama)Pfaff-silberblau
Screw JackPart No. 23 (Tipe 1, Size 0,5–100)Thrust Ball Bearing (Bantalan beban aksial)Pfaff-silberblau
Screw JackPart No. 25 (Tipe 1, Size 2–15)Rotary Shaft Seal (Sil poros putar tahan debu)Pfaff-silberblau
Rotary Union120-U s/d 920-UBellows Assembly (Rakitan bellows elastis kuningan)Rotary Union Corp.
Rotary Union108-U s/d 908-USeal Ring (Cincin perapat muka presisi)Rotary Union Corp.
Rotary Union105-U s/d 905-UDeep Groove Ball Bearing (Bantalan bola putar)Rotary Union Corp.
Rotary Union144-1-U s/d 744-1-ULock Nut Wrench (Kunci khusus mur pengunci)Rotary Union Corp.
Fluid StrainerST-BR-01Stainless Steel Replacement Mesh ScreenAuxiliary Supply