Skip to content

03. Sistem Tenaga & Sirkuit Kontrol Hidrolik Wilhelm Hoven

Dokumentasi komprehensif unit daya hidrolik (hydraulic power unit), sirkuit kontrol distribusi oli, blok pengaman akumulator, serta sistem instrumentasi kelistrikan mesin peremuk rol bertekanan tinggi POLYCOM 93.

Pompa Utama
IPC 4-25-6
Vg = 25,4 cm³/rev • Kontinu 210 bar (Puncak 245 bar)
Pengaman Tekanan
180 • 220 bar
ZDB10 (Set 180 bar) / DBDS06G (Set 220 bar)
Silinder Utama
4x PLB 500-90
Plunger silinder masif nomor manufaktur M3625.3
Silinder Bantu
4x PLB 100-95
Langkah 10 mm • Tekanan kerja Pbetr = 130 bar

Quick Parameter Badges

Manufaktur: Wilhelm HovenSirkuit: M4906 Lembar 1-4Displacement: 25,4 cm³/revRelief Valve: 180 bar / 220 barAkumulator: 2x 866 K35-TRKebersihan: NAS 1638 Kelas 9Suhu Kerja: -20°C s/d +80°C

1. Overview Unit Daya & Tangki Hidrolik (Hydraulic Power Unit & Tank Assembly)

DIGITAL TWIN: WILHELM HOVEN HPU M4906

Inspeksi 3D unit daya hidrolik, motor penggerak flensa pompa internal gear IPC 4-25-6, blok manifold utama katup solenoid Y1–Y7, serta tabung akumulator gas Nitrogen (N2N_2).

Unit daya hidrolik berfungsi membangkitkan, menyaring, mengontrol temperatur, dan mendistribusikan fluida bertekanan tinggi menuju mekanisme pegas hidro-pneumatik Floating Roll.

Debit aliran teoritis dan aktual yang dihasilkan pompa hidrolik roda gigi internal dihitung melalui formulasi:

Q=Vgnηvol1000 [L/min]Q = \frac{V_g \cdot n \cdot \eta_{\text{vol}}}{1000} \text{ [L/min]}

Dengan Vg=25,4 cm3/revV_g = 25{,}4\text{ cm}^3/\text{rev}, n=1450 rpmn = 1450\text{ rpm}, dan ηvol=0,92\eta_{\text{vol}} = 0{,}92:

Q=25,414500,921000=33,883633,9 L/minQ = \frac{25{,}4 \cdot 1450 \cdot 0{,}92}{1000} = 33{,}8836 \approx 33{,}9\text{ L/min}

Di mana:

  • Vg=25,4 cm3/revV_g = 25{,}4\text{ cm}^3/\text{rev} (Volume geometris langkah pompa)
  • n1450 rpmn \approx 1450\text{ rpm} (Kecepatan putar motor listrik flensa)
  • ηvol0,92\eta_{\text{vol}} \approx 0{,}92 (Efisiensi volumetris pompa internal gear)
  • Maka kapasitas aliran operasional Q33,936,8 L/minQ \approx 33{,}9\text{--}36{,}8\text{ L/min}.

Daya hidrolik fluida yang ditransmisikan menuju sirkuit dinyatakan sebagai:

Phid=pQ600ηtotal [kW]P_{\text{hid}} = \frac{p \cdot Q}{600 \cdot \eta_{\text{total}}} \text{ [kW]}

1.1 Konstruksi Tangki & Antarmuka Perpipaan

Tangki oli hidrolik Pos. 1 (tipe M4816-850-2.1) memiliki dimensi struktural panjang 1.514 mm\sim 1.514\text{ mm}, lebar 749 mm\sim 749\text{ mm}, tinggi rangka tangki 1.300 mm\sim 1.300\text{ mm}, serta tinggi keseluruhan hingga ujung motor listrik mencapai 1.500 mm\sim 1.500\text{ mm}. Antarmuka transmisi fluida menuju silinder dan pendingin menggunakan port koneksi pipa eksternal yang dipusatkan pada ketinggian 630 mm\sim 630\text{ mm} dari dasar kaki tangki:

  • Port A: Pipa baja diameter luar 12×1,5 mm12\times 1,5\text{ mm} (Koneksi tipe 12-PS, ulir M20x1.5).
  • Port B & Port C: Pipa baja diameter luar 16×2 mm16\times 2\text{ mm} (Koneksi tipe 16-PS, ulir M24x1.5).
  • Port D: Pipa baja diameter luar 28×2 mm28\times 2\text{ mm} (Koneksi tipe 28-PL, ulir M36x2).
  • Port E: Pipa baja diameter luar 16×2 mm16\times 2\text{ mm} (Koneksi tipe 16-PS, ulir M24x1.5).
  • Dummy Connection: Port cadangan berulir internal G 1/2".

1.2 Pompa Roda Gigi Internal (Internal Gear Pump)

Fluida hidrolik dipasok oleh internal gear pump Pos. 7 (tipe 855 IPC 4-25-6) yang dihubungkan ke motor flensa listrik Pos. 10 (tipe 852/0013 S0) menggunakan flexible coupling Pos. 8 (tipe B42.25-42x60) dan tumpuan pump support Pos. 9 (tipe R350/188/200):

  • Arah Putaran: Berlawanan arah jarum jam (anticlockwise rotation).
  • Kapasitas Aliran (Displacement): 25,4 cm3/rev25,4\text{ cm}^3/\text{rev}.
  • Batasan Tekanan: Tekanan kontinu hingga 210 bar; toleransi beban kejut puncak mencapai 245 bar.
  • Rentang Tekanan Hisap (Suction): Minimum 0,6 bar hingga maksimum 2 bar.
  • Spesifikasi Port: Sisi tekan P=SAE 3/4"P = \text{SAE } 3/4"; Sisi hisap T=SAE 1 1/4"T = \text{SAE } 1\ 1/4".

1.3 Sistem Filtrasi & Pengkondisian Fluida

Untuk menjamin kebersihan fluida kerja sesuai standar NAS 1638 kelas 9, unit daya dilengkapi tiga tingkat penyaringan:

  1. Filter Pengisian & Pernapasan (Breather Filter): Tipe 857 ELF 5-20-4.0 (Pos. 4), ulir sambungan G2 dengan ukuran kepala mur SW 90, berfungsi menyaring partikel udara lingkungan saat level oli berfluktuasi.
  2. Filter Saluran Balik (Recoil Filter): Tipe 857 RFBNHC110G2 (Pos. 5) dengan elemen pengganti 857 0110R020 BLT. Dilengkapi indikator mekanis diferensial yang membuka bypass saat hambatan mencapai 3 bar.
  3. Filter Tekanan Tinggi (Pressure Filter): Tipe 856 DFBH/HC140 (Pos. 12), terpasang langsung pada delivery line pompa. Menggunakan elemen mikroglas 20 µm (856 0140DO20 BH/HC) dan indikator elektrik tersumbat tipe C (Pos. S2) dengan konektor steker PG 11 berproteksi IP 65.

WARNING

Kontaminasi Fluida & Batas Termal Tangki:

  • Sistem hidrolik wajib dioperasikan menggunakan oli mineral industri berkemampuan pelumasan tinggi (mineral oils HL/HLP sesuai DIN 51524) dengan viskositas 2040 cSt20\text{--}40\text{ cSt} pada suhu 50C50^\circ\text{C}.
  • Temperatur kerja oli yang diizinkan berada pada rentang 20C-20^\circ\text{C} hingga +80C+80^\circ\text{C}. Jika suhu tangki turun di bawah ambang batas dingin, aktifkan dua unit pemanas rendam immersion heater Pos. 30 (tipe 859 2030861).
  • Saat indikator diferensial tekanan Pos. 12 (sakelar S2) tertutup, elemen filter wajib segera diganti baru.

2. Arsitektur Sirkuit Hidrolik & Skema M4906 (Circuit Schematics & Actuators)

Skema Sirkuit Hoven M4906 & Katup Hidrolik

NOTE

Rujukan Gambar Skematik Resmi: Seluruh analisis sirkuit, konfigurasi pemipaan manifold, dan penomoran komponen mengacu pada gambar teknik Wilhelm Hoven No. M4906 Lembar 1 (Hydrauliksteuerung für Walzenmühle / Hydrostatic drive for grinding roll, Lembar 1 dari 4) dan M4906 Lembar 2 tertanggal 07 Juli 1993.

2.1 Pembagian Sirkuit Sisi Kiri (L) & Sisi Kanan (R)

Sirkuit hidrolik POLYCOM 93 membagi suplai fluida penekan secara independen namun seimbang ke dua sisi mesin, yakni sisi kiri (Left / L) dan sisi kanan (Right / R). Hal ini memungkinkan sistem mengompensasi beban tidak merata (skewing load) pada rol giling:

  • Saluran utama dari blok manifold Pos. 11 menyalurkan oli bertekanan menuju silinder penekan dan akumulator melalui pipa bertekanan tinggi 16×2 mm16\times 2\text{ mm} dan 12×1,5 mm12\times 1,5\text{ mm}.
  • Setiap sisi dilengkapi keran bola isolasi (ball cocks) Pos. 30.1/30.2, Pos. 31.1 s/d 31.8, serta titik pengujian tekanan Minimess Pos. 32.1/32.2 dan Pos. 33.1/33.2 untuk pemantauan independen.

2.2 Silinder Tekan Utama (Plunger Cylinders Pos. 45)

Gaya kompresi masif lapisan material dibangkitkan oleh 4 unit Single-acting Plunger Cylinders tipe PLB 500-90 (Pos. 45.1 hingga 45.4, nomor manufaktur M3625.3):

  • Diameter Plunger (DpD_p): 500 mm500\text{ mm} (r=250 mmr = 250\text{ mm}).
  • Luas Penampang Efektif (ApA_p): Ap=π4×5002=1.963,5 cm2=0,19635 m2A_p = \frac{\pi}{4} \times 500^2 = 1.963,5\text{ cm}^2 = 0,19635\text{ m}^2 per silinder.
  • Langkah Kerja Maksimum (Stroke): 90 mm90\text{ mm}.
  • Kapasitas Gaya Dorong: Pada tekanan kerja nominal 150 bar150\text{ bar} (15 MPa15\text{ MPa}), gaya dorong total keempat silinder:

    Ftotal=4×(P×Ap)=4×(15×106 N/m2×0,19635 m2)=11.781 kN1.200 tonF_{\text{total}} = 4 \times (P \times A_p) = 4 \times (15 \times 10^6\text{ N/m}^2 \times 0,19635\text{ m}^2) = 11.781\text{ kN} \approx 1.200\text{ ton}

    Menghasilkan tekanan spesifik gilingan Fsp6,5 s/d 8,5 N/mm2F_{\text{sp}} \approx 6,5\text{ s/d }8,5\text{ N/mm}^2 pada bantalan rol giling.
  • Penempatan: Dua unit silinder dibaut mati pada balok penyerap tekanan (pressure absorption beam) di sisi kiri, dan dua unit lainnya terpasang pada balok di sisi kanan.
  • Mekanisme Kontak: Ujung torak silinder plunger menekan langsung pelat tumpu (thrust plates) pada rumah bantalan (bearing blocks) Floating Roll.
  • Konstruksi Internal:
    • Bodi silinder (cylinder body) W10-1378-1.2 (001) dan batang penekan (piston rod) W10-1378-1.2 (002).
    • Pelat penekan (pressure plate) Pos. 3 dan cincin eksentris (eccentric ring) Pos. 4.
    • Paket perapat dinamis: Cincin perapat batang torak Glyd.500G, peredam debu wiper ADA17-500, serta sabuk pemandu batang torak komposit tipe BB50706-5000C-TLGR dan BS50704-5000C-47.
    • Dilengkapi pipa ventilasi khusus ventilation pipe Pos. 12 (W10-1378-1.2 (033)) untuk sirkulasi pernapasan rongga balik silinder.

2.3 Silinder Bantu (Auxiliary Cylinders Pos. 46)

Selain silinder utama, sistem mengintegrasikan 4 unit silinder hidrolik bantu tipe PLB 100-95 (Pos. 46.1 hingga 46.4, desain M4437):

  • Fungsi Operasional: Membantu penarikan mundur (retraction) atau penyesuaian posisi dasar rumah bantalan Floating Roll saat tidak ada pembebanan material.
  • Parameter Kerja: Tekanan kerja nominal Pbetr=130 barP_{\text{betr}} = 130\text{ bar}, bobot unit 27 kg, dengan jarak langkah torak nominal (stroke / Hub) sebesar 10 mm.
  • Spesifikasi Teknis: Batang torak dilapisi lapisan krom keras anti-abrasi setebal 30 μm30\ \mu\text{m}, dilengkapi dua lubang suplai oli berulir internal G 3/8" pada sudut 9090^\circ, serta lubang pembuangan udara (air bleed) berulir G 1/4".

2.4 Akumulator Piston Gas Nitrogen (Pos. 34)

Dua unit akumulator tipe piston berkapasitas besar 866 K35-TR (Pos. 34.1 dan Pos. 34.2) diikat kuat pada struktur mesin menggunakan klem penegang Spannschelle Typ 9:

  • Ruang gas di bagian atas piston diisi gas Nitrogen murni (N2N_2) melalui perangkat pengisi filling device Pos. 34.
  • Ruang oli di bagian bawah piston terhubung langsung ke saluran oli integral silinder plunger Pos. 45.
  • Berfungsi sebagai pegas hidro-pneumatik elastis yang meredam deviasi bukaan rol akibat variasi kekerasan umpan material.

3. Katup Kontrol & Blok Pengaman (Valves, Throttle Block, & Accumulator Safety Block)

SIMULATOR SIRKUIT HIDROLIK ISO 1219 (HOVEN M4906)

Pilih posisi katup PENGISIAN (Charge), TAHAN (Hold), atau PELEPASAN (Drain) untuk mensimulasikan dinamika aliran oli bertekanan ke silinder PLB 500-90 dan kompresi gas Nitrogen (N2N_2). Klik komponen sirkuit mana saja untuk melihat spesifikasi teknisnya. Rujukan blueprint dokumen: M4906 (Lembar 1) & M4906 (Lembar 2).

Detail Sirkuit & Komponen Katup Hidrolik Hoven 2

3.1 Manifold Blok Katup Utama (Valve Block Pos. 11)

Blok manifold utama Pos. 11 (tipe M4816-750-1.1) mengintegrasikan katup-katup pengatur aliran dan pembatas tekanan tersentralisasi:

  • Pressure Relief Valve (Pos. 13): Tipe 756 ZDB10, katup pengaman sistem berkapasitas aliran 100 L/min100\text{ L/min} yang disetel pabrik pada tekanan kerja 180 bar untuk melindungi sirkuit pompa dari kelebihan beban kontinu.
  • 4/3-Way Directional Valve (Pos. 14): Tipe 755 4WE10P dengan penggerak solenoid ganda Y2 dan Y3 (196V DC, konsumsi daya 35W, kapasitas aliran hingga 120 L/min120\text{ L/min}). Berfungsi sebagai katup pengarah distribusi utama menuju sirkuit roll L dan R.
  • 3/2-Way Directional Valve (Pos. 20): Tipe 755 W3-0B dengan penggerak solenoid Y1 (220V AC 50 Hz, daya tarik 67 VA, daya tahan 26,5 VA) untuk mengalirkan oli langsung kembali ke tangki (unloading bypass) saat pompa start.
  • Katup Kontrol Sirkuit Cabang Sisi Kiri & Kanan (Pos. 16 s/d Pos. 19):
    • 4/3-Way Solenoid Valves (Pos. 16.1 & 16.2): Tipe 755 4WE6J W220R yang digerakkan oleh solenoid Y4/Y5 (sisi L) dan Y6/Y7 (sisi R) dengan daya 26W (196V DC).
    • Closing Valves / Pilot Check Valves (Pos. 17.1 & 17.2): Tipe 759 Z2S6, menahan tekanan oli statis di dalam silinder penekan agar tidak bocor kembali ke manifold.
    • 2-Way Flow Control Valves (Pos. 18.1 & 18.2): Tipe 757 2FRM 6 B 7, katup pengatur debit presisi dengan kapasitas batas aliran maksimum Qmax=10 L/minQ_{\max} = 10\text{ L/min} dan stabilitas tekanan hingga Δp=315 bar\Delta p = 315\text{ bar}.
    • Rectifier Sandwich Plates (Pos. 19.1 & 19.2): Tipe 759 Z4 S6, menyearahkan aliran fluida dua arah dengan tekanan buka pegas sebesar 0,7 bar dan kapasitas nominal 32 L/min32\text{ L/min}.

3.2 Throttle Block Non-Return Valve (Drosselblock Pos. 51)

Blok katup tercekik tipe NG62/25 M4796.1 dipasang langsung di antara plunger cylinder dan akumulator piston di masing-masing sisi mesin:

  • Konstruksi Internal: Menggabungkan rumah blok katup DR 25 (M4796-750-2.1), dudukan katup searah (check valve cone) tipe M-SR 62 KD1X-B (Teile-Nr. 140157 / 004150), pegas tekan Pos. 8, serta spindel pengatur cekik Pos. 18 (M4796-757-2.1) yang dikunci mur M20x1.5.
  • Karakter Aliran Dua Arah Asimetris:
    • Arah Silinder \rightarrow Akumulator (Roll Tertekan Mundur): Fluida mengalir mendorong katup searah Pos. 2 secara bebas nyaris tanpa hambatan (virtually unthrottled). Floating Roll dapat membuka seketika untuk menyerap benturan benda tak tergerus.
    • Arah Akumulator \rightarrow Silinder (Roll Kembali Maju): Katup searah tertutup rapat oleh pegas Pos. 8, memaksa oli kembali melalui celah spindel tercekik (adjustable throttle) Pos. 18. Redaman ini mencegah Floating Roll membentur Fixed Roll secara destruktif.

3.3 Blok Pengaman Akumulator (Accumulator Safety Block Pos. 47)

Blok pengaman tipe NG63/63 M4678.2 (rakitan M4678-750-1.2) dibaut langsung pada leher port akumulator piston:

  • Pressure Relief Valve (Pos. 48): Menggunakan cartridge pengaman tipe DBDS 10 (Pos. 2 pada perakitan blok) yang disetel khusus untuk membuang kelebihan tekanan oli secara instan bila tekanan hidro-pneumatik melampaui batas batas desain keselamatan.
  • Check Valves Terkontrol (Pos. 49 & Pos. 50): Mengintegrasikan katup periksa hidrolik tipe HRP 4V (Pos. 49, dilengkapi predischarge dan solenoid kontrol rintisan Y8/Y9) serta tipe HRP 4 (Pos. 50, tanpa predischarge).
  • Torsi Baut Pengikat: Baut pemasangan katup HRP wajib dikencangkan dengan torsi MAnz=22 NmM_{\text{Anz}} = 22\text{ Nm}, sedangkan baut bodi utama dikencangkan pada MAnz=160 NmM_{\text{Anz}} = 160\text{ Nm}.

DANGER

Bahaya Ledakan Fluida & Gas Bertekanan Tinggi:

  • Katup pelepas tekanan DBDS 10 (Pos. 48) telah disetel dan disegel secara permanen oleh pabrik (sealed by the manufacturer). DILARANG MENGUBAH ATAU MERUSAK SEGEL SETELAN PABRIK INI.
  • Tekanan oli hidrolik pada jalur akumulator dapat mencapai 220–250 bar, dan tekanan gas Nitrogen tersimpan dalam bejana bertekanan masif. Pelepasan pipa atau pembongkaran blok tanpa dekompresi total (complete depressurization) dapat memicu semburan jet berkecepatan tinggi yang mampu memotong jaringan tubuh personel teknisi.

4. Skema Kelistrikan & Terminal List (Klemmenplan M4816-757-4.1)

NOTE

Rujukan Gambar Terminasi: Seluruh penomoran jalur kabel, kode klem, dan alokasi sinyal instrumentasi mengacu secara mutlak pada dokumen Wilhelm Hoven No. M4816-757-4.1 (Klemmenplan für Walzenmühlen / Terminal list).

Seluruh kabel lapangan (field cables) dimasukkan ke dalam kotak sakelar listrik Pos. 27 (tipe 867 4816.1) melalui kelen kabel tipe Pg 13.5, Pg 16, Pg 21, dan Pg 29:

Nomor Klem TerminalKode KomponenTipe & Posisi InstrumenSpesifikasi Teknis & Fungsi Sinyal
Klem 1, 2, 4A1Temperature Feeler (PT100)Kabel 4×1,5 mm24\times 1,5\text{ mm}^2; sensor resistansi suhu tangki oli kontinu.
Klem 12, 13S1 (Pos. 6)Niveauwaechter / Level SwitchKabel 7×1,5 mm27\times 1,5\text{ mm}^2; kontak alarm batas level oli minimum (LminL_{\min}).
Klem 14, 15S1 (Pos. 6)Niveauwaechter / Level SwitchKontak trip shutdown level oli kritis (Lmin-minL_{\min\text{-}\min}).
Klem 16, 17, 7S2 (Pos. 12)Wartungsanzeige / Maintenance Ind.Kabel 4×1,5 mm24\times 1,5\text{ mm}^2; sakelar diferensial elemen filter tekanan tersumbat.
Klem 20, 21, PEY4 (Pos. 16.1a)Solenoid Directional Valve Sisi LKabel 3×1,5 mm23\times 1,5\text{ mm}^2; penggerak arah aliran sisi rol kiri (196V DC).
Klem 22, 23, PEY5 (Pos. 16.1b)Solenoid Directional Valve Sisi LKabel 3×1,5 mm23\times 1,5\text{ mm}^2; penggerak arah aliran sisi rol kiri (196V DC).
Klem 24, 25, PEY6 (Pos. 16.2a)Solenoid Directional Valve Sisi RKabel 3×1,5 mm23\times 1,5\text{ mm}^2; penggerak arah aliran sisi rol kanan (196V DC).
Klem 26, 27, PEY7 (Pos. 16.2b)Solenoid Directional Valve Sisi RKabel 3×1,5 mm23\times 1,5\text{ mm}^2; penggerak arah aliran sisi rol kanan (196V DC).
Klem 28, 29, PEY2 (Pos. 14a)Solenoid Directional Valve UtamaKabel 3×1,5 mm23\times 1,5\text{ mm}^2; pemosisian aliran tekan utama rol (196V DC).
Klem 30, 31, PEY3 (Pos. 14b)Solenoid Directional Valve UtamaKabel 3×1,5 mm23\times 1,5\text{ mm}^2; pemosisian dekompresi balik rol (196V DC).
Klem 32, 33, PEY1 (Pos. 20)Solenoid Valve Unloading BypassKabel 3×1,5 mm23\times 1,5\text{ mm}^2; pengaktifan bypass oli pompa ke tangki (220V AC).
Klem 36, 37, PEY8 (Pos. 49.1)Solenoid Katup Pengaman Sisi LPengkabelan lapangan (wire at buildingside); isolasi blok pengaman sisi kiri.
Klem 38, 39, PEY9 (Pos. 49.2)Solenoid Katup Pengaman Sisi RPengkabelan lapangan (wire at buildingside); isolasi blok pengaman sisi kanan.
Bar Klem PEPEProtective Earth ConductorsTerminasi kawat arde seluruh pelindung kabel (grounding).

5. Katalog Suku Cadang & Part Number (Hoven Hydraulic Spare Parts Index)

Tabel berikut merangkum daftar inventaris suku cadang master berdasarkan dokumen manufaktur resmi Hoven AS400-IZ37.5-15 M4906INDO:

Pos.Deskripsi Komponen (Designation)Sebutan Teknis (Benennung)Tipe & Nomor Komponen ManufakturJml.
1Oil ReservoirBehälterM4816-850-2.11
2Oil Drain CockAblasshahn761 KN25.720-11
3Oil Level IndicatorÖlstandsanzeige858/01021
4Filling & Ventilation FilterEinfüll- und Belüftungsfilter857 ELF5-20-4.01
5Recoil FilterRücklauffilter857 RFBNHC110G2 (Elemen: 857 0110R020BNC)1
6Level SwitchNiveauausschalter860 SSM.2A51
7Internal Gear PumpInnenzahnradpumpe855 IPC4-25-61
8Flexible CouplingKupplung854 B42.25-42x601
9Pump SupportPumpenträger853 R350/188/2001
10Electric MotorFlanschmotor852/0013 S01
11Valve BlockVentilblockM4816-750-1.11
12Pressure FilterDruckfilter856 DF BH/HC140 (Elemen: 856 0140DO20 BH/HC)1
13Pressure Relief ValveDruckventil756 ZDB10 (Set 180 bar)1
144/3-Way Solenoid Valve4/3-Wegeventil755 4WE10P1
15Throttle BlockDrosselblock750 6469.07.032
164/3-Way Solenoid Valve4/3-Wegeventil755 4WE6J W220R2
17Non Return ValveRückschlagventil759 Z2S62
182-Way Flow Control Valve2-Wege-Ventil757 2 FRM6 B 72
19Rectifier Sandwich PlateSperrventil759 Z4 S62
203/2-Way Solenoid Valve3/2-Wegeventil755 W3-0B1
21Mini Measure PointMinimeß270/02021
22Pressure GaugeManometer863/00041
23Manometer ConnectionMano. Anschluß271 2102-07-011
24Ball CockKugelhahn761 KH500.312-12
25Ball CockKugelhahn761 KH500.308-11
26Flexible HoseSchlauch036 M48311
27Electrical Switch CabinetElektr. Switch Cabinet867 4816.11
28Check ValveSperrventil762 6655.07.031
30Immersion HeaterTauchheizkörper859 20308612
31Ball CockKugelhahn761 KH500.312-12
32Ball CockKugelhahn761 KH500.308-18
33Measuring Device SetMesseinrichtungen863/0004 & Slang 036 48162
34Filling Device SetBefülleinrichtungen270/0202, 271 2102-07-01, 863/00042
35Piston AccumulatorSpeicher866 K35-TR (Klem: 866 Typ9)2
36Non Return ValveRückschlagventil762/0011 0.51
37Directional / Check ValveDruckventil756 SPVF25A1 (Pegas 0,5–2,5 bar)1
39Pressure Relief ValveDruckventil756 DBDS06G (Set 220 bar)2
45Plunger CylinderHydraulikzylinderPLB500-90 M3625.34
46Auxiliary CylinderHydraulikzylinderPLB100-95 M44374
47Accumulator Safety BlockSpeichersicherheitsblockM4678-750-1.2 (NG63/63 M4678.2)2
48Pressure Relief Valve CartridgeDruckventil756 DBDS 102
49Check Valve with PilotSperrventil759 HRP4 (V)2
50Check ValveSperrventil759 HRP42
51Throttle BlockDrosselblockNG62/25 M4796.12

6. Panduan Pemeliharaan, Bleeding, & Troubleshooting

6.1 Prosedur Pemasangan & Kebersihan Sirkuit (Cleanliness Rules)

Kegagalan komponen hidrolik berpresisi tinggi sebagian besar dipicu oleh partikel gram atau kerak sisa fabrikasi:

  1. Pembersihan Jalur Pipa: Sebelum pipa disambungkan ke manifold, seluruh pipa las wajib didekap (pickled), dinetralkan, dan dibilas hingga bebas dari kerak las, serpihan logam, dan debu abrasi.
  2. Larangan Bahan Perapat Non-Standar: DILARANG MENGGUNAKAN RAMI (HEMP) ATAU DEMPUL (PUTTY) untuk merapatkan ulir sambungan hidrolik. Seluruh sambungan dirancang menggunakan cincin perapat tembaga (Cu-disc), cincin potong (cutting edge fittings), atau cincin O (O-ring).
  3. Penyelarasan Silinder: Hindari ketidaksejajaran (misalignment) antara silinder tekan PLB 500-90 dan balok penekan guna mencegah timbulnya gaya geser samping (lateral forces) yang merusak lapisan pemandu torak.

6.2 Prosedur Pembilasan & Pembuangan Udara Palsu (Flushing & Bleeding)

Udara yang terperangkap di dalam silinder hidrolik akan menyebabkan kompresibilitas semu, memicu osilasi pegas yang tidak stabil (spongy response) dan fenomena dieseling yang merusak perapat silinder:

  1. Buka sumbat penutup ventilasi pembilasan (flush connection plug) yang terletak pada posisi paling atas bodi silinder PLB 500-90 dan PLB 100-95.
  2. Pasang slang transparan ke wadah penampung oli bersih.
  3. Jalankan pompa hidrolik pada tekanan rendah dengan membuka katup sirkulasi secara bertahap.
  4. Lakukan pemompaan fluida hingga oli yang keluar dari titik pembilasan mengalir pekat dan bebas dari gelembung busa udara.
  5. Kencangkan kembali sekrup sumbat ventilasi dengan ring tembaga baru.
  6. Penukaran Oli Rongga Segel: Lakukan pembilasan berkala (regular flushing) pada area segel batang torak silinder guna mencegah penuaan oli (oil ageing) akibat stagnasi termal lokal.
  7. Pipa Saluran Kebocoran (Leakage Line): Jalur pipa kebocoran perimeter silinder menuju tangki bawah tidak boleh dipasang melengkung di bawah permukaan oli tangki (should not pass below the oil) untuk menjamin kelancaran ventilasi bellows pelindung.

6.3 Penggantian Elemen Filter Tekanan Tinggi (Pos. 12)

Penggantian elemen 856 0140DO20 BH/HC wajib mengikuti langkah-langkah keselamatan berikut:

  1. Matikan motor pompa hidrolik dan lepaskan seluruh tekanan fluida pada sirkuit yang terhubung ke filter (release pressure adjacent to filter).
  2. Lepaskan wadah mangkuk filter (filter housing, Pos. 4) menggunakan kunci yang sesuai.
  3. Bersihkan endapan lumpur kontaminasi di dalam rumah filter, pastikan kotoran tidak masuk ke sisi oli bersih.
  4. Periksa kondisi alur ulir dan cincin O (Pos. 5, ukuran 59×3 mm59\times 3\text{ mm}); ganti cincin O bila terdapat deformasi fisik.
  5. Lumasi sedikit ulir dan permukaan cincin O menggunakan fluida kerja bersih.
  6. Pasang elemen filter baru pada spigot dudukan (fit element onto spigot).
  7. Putar dan kencangkan mangkuk filter hingga menyentuh dasar secara penuh, lalu putar balik mengendur tepat 1/4 putaran (90\mathbf{90^\circ}). Pengencangan berlebihan (extreme tightening) tidak akan meningkatkan daya sekat dan justru merusak cincin O.

6.4 Matriks Diagnosa Masalah & Tindakan Korektif (Troubleshooting)

Gejala GangguanKemungkinan Akar MasalahLangkah Investigasi & Solusi Korektif
Tekanan oli tidak tercapai (P1 rendah)1. Solenoid bypass Y1 (Pos. 20) gagal menutup.

2. Relief valve Pos. 13 terganjal kotoran atau setelannya bergeser.

3. Pompa IPC 4-25-6 mengalami kavitasi atau aus.
• Periksa suplai tegangan 220V AC pada koil Y1 (Klem 32-33).

• Periksa dudukan katup Pos. 13; pastikan setelan terkunci pada 180 bar.

• Periksa filter napas Pos. 4 dan tekanan hisap pompa (0,6 s/d 2 bar).
Floating Roll tersentak keras saat kembali ke celah dasarHambatan cekik balik pada Drosselblock Pos. 51 terlalu longgar atau katup searah bocor.Kendorkan mur pengunci M20x1.5 (Pos. 20) dan putar spindel penusuk Pos. 18 ke arah menutup secara bertahap hingga gerakan rol menjadi halus (smooth running).
Lampu indikator filter S2 menyala terusElemen filter Pos. 12 tersumbat oleh akumulasi kotoran partikel mikro.Matikan unit, buang tekanan sirkuit, dan segera ganti elemen filter mikroglas 20 µm dengan suku cadang asli.
Respon Floating Roll kaku dan getaran pipa ekstremTekanan pengisian gas Nitrogen (PvP_v) pada akumulator Pos. 34 terlalu rendah (Hard Spring effect).Buang tekanan oli sirkuit hingga 0 bar. Hubungkan alat pengisi gas Pos. 34 ke tabung Nitrogen murni dan sesuaikan kembali nilai PvP_v sesuai rekomendasi manual.
Level oli tangki turun drastis (Alarm S1 aktif)Terjadi kebocoran eksternal pada segel silinder plunger atau pipa fleksibel retak.Sistem otomatis memicu interlock shutdown via Klem 14-15. Periksa integritas perapat Glyd.500G pada silinder PLB dan kencangkan flensa bocor.