Skip to content

02. Unit Roda Gigi Reduksi Planetary REDULUS CPV 350

Dokumentasi teknis operasional, prosedur instalasi presisi (mounting), tata kelola pelumasan (lubrication management), pembongkaran bertekanan hidrolik (hydraulic dismantling), serta batasan keselamatan dan garansi untuk unit roda gigi reduksi REDULUS CPV 350 - 3331 pada sistem gilingan rol bertekanan tinggi (rolling mill / HPGR).

Daya Input Mesin
850 kW
Daya pengenal kontinu motor penggerak
Rasio Reduksi (i)
105,11 : 1
n₁ = 1487 rpm → n₂ = 14,1 rpm
Torsi Nominal (M2)
575.710 Nm
90% ED (Puncak: 1.151.420 Nm / 10% ED)
Pelumas Karter
CLP 460
Kapasitas ± 550 Liter • Suhu Max 90°C

Quick Parameter Badges

Model: CPV 350 - 3331Daya: 850 kWRasio: 105,11:1Bobot: ~8.200 kgTorsi Max Kejut: 2.302.840 NmBaut Flensa: M42x3x150Injeksi Hidrolik: Max 300 bar

1. Deskripsi Sistem & Data Teknis Utama (Technical Data)

DIGITAL TWIN: REDULUS CPV 350

Putar model 3D 360° dengan mouse/touch. Amati rotasi kecepatan tinggi pada poros input (Cardan shaft), tahapan reduksi roda gigi planetary di dalam karter yang terlihat melalui cutaway window, hingga penyerapan gaya reaksi oleh penahan torsi BOGIFLEX.

1.1 Konstruksi & Arsitektur Reducer

Unit penggerak REDULUS CPV 350 merupakan three-stage spur-planetary gearbox (tiga tingkat reduksi kombinasi roda gigi lurus dan planetary) dengan konfigurasi pemasangan langsung bertumpu pada poros (shaft-mounted design). Reducer ini dirancang secara eksklusif untuk mentransmisikan torsi masif ke poros gilingan rol (rolling mill / POLYCOM).

Hubungan fisis antara daya mekanikal input (PP), kecepatan sudut poros input (ω\omega), dan torsi poros dihitung berdasarkan formulasi:

P=Mω=M(2πn60)    M=9550Pn [Nm]P = M \cdot \omega = M \cdot \left(\frac{2\pi \cdot n}{60}\right) \iff M = \frac{9550 \cdot P}{n} \text{ [Nm]}

Rasio reduksi roda gigi 3 tingkat dinyatakan secara matematis sebagai:

i=n1n2=1487 rpm14,1 rpm=105,11:1i = \frac{n_1}{n_2} = \frac{1487\text{ rpm}}{14{,}1\text{ rpm}} = 105{,}11 : 1

Komponen antarmuka mekanis utama unit penggerak meliputi:

  • Sisi Output (Output Side): Poros flensa berongga (flanged shaft) yang diikat kuat ke poros mesin menggunakan sambungan friksi cincin susut (shrink disk / Schrumpfscheibe) serta ditahan oleh suspensi torsi BOGIFLEX (BOGIFLEX torque support).
  • Sisi Input (Input Side): Dihubungkan ke motor penggerak listrik melalui kopling pengaman hidrolik SAFESET (SAFESET safety coupling) dan poros kardan (Cardan shaft / Gelenkwelle).
  • Pengawetan Pabrikan (Preservation): Bagian dalam unit dilindungi dengan cairan pengawet Aral Degol LS 30, sedangkan permukaan luar flensa dan ujung poros diproteksi dengan lapisan lilin antikarat TECTYL 502 C (ketahanan proteksi korosi hingga 24 bulan dalam penyimpanan ruangan tertutup yang kering dan bertemperatur sedang).

1.2 Data Teknis Operasional

Pengoperasian unit wajib mematuhi batasan parameter kinerja berikut:

Parameter OperasiNilai Satuan MetrikKeterangan / Kondisi Kerja
Daya Motor Input (PP)850 kWDaya pengenal kontinu
Kecepatan Putar Input (n1n_1)1487 rpm (min1\text{min}^{-1})Poros input penggerak motor
Rasio Transmisi (ii)105,11Rasio reduksi total 3 tingkat
Kecepatan Putar Output (n2n_2)14,1 rpm (min1\text{min}^{-1})Putaran rol gilingan
Torsi Operasi Nominal (M2M_2)575.710 NmSiklus kerja 90% ED (Duty Cycle)
Torsi Puncak Operasi (M2M_2)1.151.420 NmSiklus kerja 10% ED (Duty Cycle)
Torsi Kejut Maksimal (M2maxM_{2\max})2.302.840 NmToleransi beban kejut maks. 1×1\times per jam
Waktu Operasi Sistem24 Jam/HariOperasi industri kontinu (heavy duty)
Rentang Suhu Lingkungan+20C+20^\circ\text{C} hingga +40C+40^\circ\text{C}Ambient operating temperature range
Suhu Operasi Oli Maksimal90°CBatas alarm penghentian darurat
Volume Pengisian Pelumas±\pm 550 LiterKebutuhan oli gearbox dan sirkulasi pendingin
Kelas Viskositas OliISO VG 460 (CLP 460)Pelumas mineral industri beraditif EP
Berat Kosong Gearbox±\pm 8.200 kgTanpa fluida pelumas kerja

1.3 Dokumen Gambar Teknik Rujukan

Seluruh pekerjaan instalasi struktural dan verifikasi dimensi komponen wajib mengacu secara ketat pada gambar manufaktur resmi Lohmann + Stolterfoht berikut:

NOTE

Arsip Gambar Teknik Resmi:

  • Gambar Pemasangan Unit (Installation Drawing): Dokumen No. 0/3864/5001/2 (Memuat dimensi detail Z saluran injeksi hidrolik, batas celah tumpuan, serta torsi baut pengikat flensa).
  • Gambar Perakitan Torsi BOGIFLEX (Assembly Drawing): Dokumen No. 0/3864/1002/0 (Menampilkan integrasi tuas, sabuk penarik, dan pasak penahan).
  • Gambar & Daftar Suku Cadang (Spare Parts Documentation): Gambar No. 0/3864/1001/0 & 0/3864/1002/0; Daftar No. 4/3864/3001/0 & 4/3864/3002/0.

2. Panduan Pemasangan (Mounting Work & Torque Support)

DIGITAL TWIN: SHRINK DISK & DETAIL Z

Model potongan 3D interaktif memperlihatkan susunan poros mesin padat, poros berongga gearbox, cincin susut luar, dan saluran injeksi hidrolik Detail Z (P300 barP \le 300\text{ bar}) untuk proses pelepasan presisi.

2.1 Persiapan Poros & Pembersihan

  1. Sebelum gearbox diangkat mendekati dudukan mesin, bersihkan seluruh sisa bahan pengawet (preservation agents) dari poros mesin (machine shaft) dan poros flensa gearbox (flanged shaft) secara menyeluruh menggunakan pelarut pembersih industri.
  2. Periksa ketersediaan ruang bebas (clearance) yang memadai pada area instalasi untuk memastikan pergerakan gearbox saat didorong masuk ke poros mesin tidak mengalami rintangan fisik.
  3. Pastikan pasak penyeimbang (feather key) pada poros mesin terpasang sempurna dan lurus pada alur pasak (feather key groove) milik poros flensa gearbox.

2.2 Pemasangan Poros Flensa

  1. Geser dan atur gearbox secara hati-hati hingga mencapai posisi akhir yang presisi pada poros mesin (ultimate position).
  2. Ikat sambungan poros flensa gearbox ke poros mesin menggunakan baut kepala heksagonal (hex head screws) M42 x 3 x 150.
  3. Kencangkan seluruh baut pengikat M42 menggunakan kunci torsi (torque wrench) sesuai nilai torsi pengencangan presisi yang ditentukan pada Gambar Pemasangan 0/3864/5001/2.
  4. Hindari terjadinya gaya aksial berlebih atau benturan keras (heavy blows) selama proses perakitan, dan pastikan casing tidak tertekan beban tekuk atau distorsi struktural (mounted without distortions).

2.3 Prosedur Pengencangan Cincin Susut (Shrink Disk / Schrumpfscheibe)

Cincin susut (shrink disk) telah dipasang sebelumnya oleh L+S pada poros berongga gearbox. Tekanan kontak antarmuka radial (pcontactp_{\text{contact}}) yang dibangkitkan oleh baut penegang cincin susut dirumuskan sebagai:

pcontact=zFaxtan(α+ρ)πdleffp_{\text{contact}} = \frac{z \cdot F_{\text{ax}} \cdot \tan(\alpha + \rho')}{\pi \cdot d \cdot l_{\text{eff}}}

Di mana:

  • zz: Jumlah baut penegang cincin susut
  • FaxF_{\text{ax}}: Gaya aksial per baut pada torsi pengencangan nominal
  • α\alpha: Sudut kerucut ganda cincin penegang (taper angle)
  • ρ\rho': Sudut gesek semu antarmuka kerucut
  • d,leffd, l_{\text{eff}}: Diameter dan panjang efektif kontak cengkeraman poros
  1. Cincin susut dipasok oleh L+S dalam kondisi siap pasang (ready for installation). Jangan membongkar cincin susut sebelum proses pemasangan awal.
  2. Lumasi lubang poros berongga (bore of hollow shaft) secara tipis dan merata menggunakan pasta pelumas padat berbahan dasar MoS2\text{MoS}_2 (contoh: Molykote G-Rapid Plus).
  3. Dorong unit cincin susut ke bagian luar leher poros berongga.
  4. Lumasi ulir seluruh baut penegang (tensioning screws) dan permukaan tumpu kepala baut (head contact surfaces) menggunakan pelumas baut khusus anti-seize.

CAUTION

Larangan Pelumasan Poros Mesin: Bagian luar poros mesin (machine shaft) dan permukaan dudukan dalam poros flensa TIDAK BOLEH dilumasi dengan gemuk (grease) atau pasta MoS2\text{MoS}_2 pada area cengkeram cincin susut! Area kontak transmisi momen gesek wajib dibersihkan secara mutlak menggunakan zat pelarut (degreasing solvent) agar mencapai koefisien gesek nominal μ0,15\mu \ge 0{,}15.

  1. Kencangkan baut-baut penegang cincin susut secara bertahap dan seragam dalam pola rotasi melingkar berurutan searah jarum jam (clock-wise in several passes).
  2. Gunakan kunci momen (torque wrench) yang terkalibrasi presisi. Tingkatkan torsi bertahap: 1/31/3 torsi nominal pada putaran pertama, 2/32/3 torsi nominal pada putaran kedua, dan 100%100\% torsi penuh pada putaran ketiga hingga seterusnya sampai tidak ada baut yang bergerak lagi.
  3. Lakukan proses putaran melingkar ini dalam beberapa putaran bertahap (several torquing operations) hingga seluruh baut mencapai nilai momen puntir yang disyaratkan secara seragam.
  4. Nilai torsi akhir baut penegang tertera langsung pada cincin luar (berupa angka yang dicap/ditatah) atau tertera pada pelat instruksi (tag) yang tergantung di unit.
  5. Periksa kerataan fisik cincin luar: pastikan celah cincin luar berada dalam kondisi sejajar bidang sempurna (strictly plane-parallel to each other).

WARNING

Larangan Pengencangan Silang (No Cross-Torquing):DILARANG KERAS mengencangkan baut-baut penegang cincin susut dengan metode bersilangan (cross-wise / diagonally). Pengencangan silang akan menyebabkan kemiringan radial (tilting/canting) pada cincin tumpu, distorsi tegangan lokal, ketidaksejajaran bidang, dan berpotensi memicu keretakan fatik komponen poros.

2.4 Penjangkaran BOGIFLEX Torque Support (Drehmomentstütze)

Gerakan putar bodi gearbox yang tidak terkontrol dapat membahayakan keselamatan personel dan merusak instalasi pabrik. Penahan torsi BOGIFLEX berfungsi menyerap reaksi momen puntir antara Fixed Roll dan Floating Roll:

  1. Posisikan lengan penahan torsi secara akurat terhadap titik tumpu fondasi (fixed point) mengacu pada Gambar Pemasangan 0/3864/5001/2.
  2. Sambungkan struktur penahan torsi ke fondasi sedemikian rupa sehingga bebas dari tegangan sisa (no stresses are exerted) dan posisinya tetap dapat bergerak/menyesuaikan secara bebas (freely adjustable) demi menyerap defleksi termal dan dinamis.
  3. Hubungkan tuas penahan torsi BOGIFLEX (levers, Pos. 11) dengan sabuk penarik (pull straps, Pos. 27) menggunakan pasak baut (bolts, Pos. 17) mengacu pada Gambar Perakitan 0/3864/1002/0.
  4. Kunci seluruh pasak baut penahan torsi menggunakan pelat pengaman poros (axle guards, Pos. 19).
  5. Lakukan verifikasi akhir nilai torsi baut pada seluruh area transmisi pembebanan (load transmission points) sebelum tali/sabuk angkat derek dilepaskan dari unit.

2.5 Perakitan Sisi Input (SAFESET & Cardan Shaft)

  1. Sesuaikan diameter lubang dalam dari flensa poros kardan (Cardan shaft flange bore) terhadap diameter jurnal poros motor listrik sesuai ketentuan Gambar 0/3864/5001/2.
  2. Pasang poros kardan (Cardan shaft) dan kopling pembatas torsi hidrolik SAFESET.
  3. Hindari terjadinya benturan keras (heavy impacts), tumbukan (blows), atau kemiringan paksa (canting) selama perakitan flensa poros kardan.

3. Commissioning & Manajemen Pelumasan (Lubrication Schedule)

3.1 Persiapan Pengoperasian Awal

  1. Bersihkan area sekitar sirkuit oli untuk mencegah masuknya kotoran atau partikel asing ke dalam unit.
  2. Isi ruang gearbox dan sirkuit stasiun pendingin (cooling station) menggunakan oli pelumas baru yang bersih dengan mutu CLP 460 sebanyak kurang lebih 550 Liter.
  3. Pastikan tidak ada kebocoran pelumas yang mencemari area lingkungan kerja sekitar.

3.2 Prosedur Pemeriksaan Ketinggian Oli (Oil Level Check)

Pemeriksaan level oli tidak boleh dilakukan sembarangan guna menghindari kesalahan pembacaan volume aktif:

  • Status Mesin: Pengukuran level oli hanya boleh dilakukan saat gearbox berhenti total (at a standstill) dan fluida telah mengendap sempurna di dalam karter.
  • Metode Verifikasi: Buka sekrup kontrol level oli (oil level control screw). Permukaan oli dinyatakan tepat dan normal apabila cairan pelumas berada tepat pada batas tepi bawah lubang bor kontrol (up to lower edge of boring).

WARNING

Batas Suhu Operasional Maksimum: Temperatur kerja operasional pelumas di dalam gearbox tidak boleh melebihi 90°C. Setelah temperatur operasi stabil tercapai, lakukan inspeksi visual menyeluruh terhadap kekedapan seluruh paking, segel poros, dan sambungan pipa (check for tightness while running).

3.3 Jadwal Perawatan Rutin (Maintenance Schedule)

Patuhi interval inspeksi mekanikal dan pergantian fluida berdasarkan tabel jadwal pemeliharaan resmi L+S:

Frekuensi / IntervalAktivitas Pemeliharaan & Prosedur InspeksiKondisi Mesin
10 Jam Pertama PenuhPeriksa kekencangan seluruh sekrup pengikat, baut flensa, dan baut struktural (fastening screws and boltings).Berhenti (Standstill)
Harian (Daily)Inspeksi visual kebocoran oli, periksa kekedapan sambungan, dan dengarkan anomali suara gesekan mekanis.Beroperasi (Running)
Mingguan (Weekly)Inspeksi visual komprehensif, deteksi suara tidak normal, dan periksa ketinggian level oli melalui baut kontrol.Berhenti (Standstill)
250 Jam PertamaLakukan Penggantian Oli Pertama (First Oil Change): Kuras habis oli break-in dan isi ulang dengan oli CLP 460 baru.Berhenti (Standstill)
Bulanan (Monthly)Periksa dan verifikasi ulang torsi pengencangan seluruh baut struktural dan sambungan penahan torsi (check bolt tightness).Berhenti (Standstill)
6 Bulan (Semi-annually)Ambil sampel pelumas dan kirim ke laboratorium untuk analisis kualitas kimia-fisika oli (oil quality analysis).Berhenti (Standstill)
2.000 Jam atau 12 BulanPenggantian Oli Berkala Penuh (Periodic Oil Change): Kuras dan ganti oli secara total (mana yang tercapai lebih dulu).Berhenti (Standstill)

4. Prosedur Pelepasan & Pembongkaran (Dismantling & Hydraulic Pressurization)

Sebelum pekerjaan pembongkaran gearbox dimulai, pastikan motor penggerak telah diputus alirannya (Emergency-OFF / Lockout-Tagout), saluran stasiun pendingin dilepas, dan sling derek terpasang tegang pada titik kait resmi tanpa mengangkat unit.

4.1 Pengenduran Baut Cincin Susut (Shrink Disk)

  1. Kendorkan baut-baut penegang cincin susut secara bertahap dan seragam berputar melingkar satu per satu (uniformly one after the other).
  2. Pada tahap awal pengenduran, putar setiap baut hanya sekitar 1/4 putaran (90\mathbf{90^\circ}) per siklus. Hal ini mutlak dilakukan guna mencegah kemiringan (canting) pada cincin luar cincin susut.
  3. Teruskan pengenduran secara melingkar hingga tekanan radial cincin terhadap poros hilang sepenuhnya.

DANGER

Bahaya Fatal: Risiko Terlemparnya Cincin Luar (Violent Ejection):DILARANG KERAS MELEPAS BAUT PENENGANG HINGGA KELUAR DARI ULIRNYA! (Do not remove the tensioning screws completely). Jika baut terlepas total dari ulir dudukan, cincin luar (outer collar) yang masih menyimpan energi regangan sisa tidak lagi tertahan dan dapat terlontar secara eksplosif ke udara (may come off violently), memicu cedera fatal atau kematian bagi pekerja di sekitarnya.

4.2 Injeksi Tekanan Hidrolik pada Poros Rongga (Detail Z)

Untuk mempermudah pelepasan poros berongga gearbox dari poros flensa mesin (withdrawal of the gearbox from the flanged shaft), manfaatkan sistem pelepas bertekanan hidrolik terintegrasi:

  1. Pasang adaptor pompa hidrolik bertekanan tinggi pada lubang ventilasi poros berongga gearbox (vent opening in the gearbox hollow shaft) mengacu pada Gambar Instalasi 0/3864/5001/2Detail Z.
  2. Suntikkan media bertekanan cair berupa oli hidrolik atau cairan glikol ke dalam ruang bebas antara poros berongga gearbox dan poros flensa.
  3. Tingkatkan tekanan secara bertahap guna merenggangkan kesesuaian interferensi antardinding logam, sehingga unit gearbox dapat meluncur bebas ditarik keluar.

Pinj300 bar(30 MPa)[Batas Aman Injeksi Hidrolik]P_{\text{inj}} \le 300\text{ bar} \quad (30\text{ MPa}) \quad [\text{Batas Aman Injeksi Hidrolik}]

WARNING

Batasan Tekanan Injeksi Maksimum:

  • Tekanan injeksi media hidrolik tidak boleh melebihi 300 bar.
  • Pastikan sistem sambungan injeksi tertutup rapat dan terpasang pelindung penahan fluida. Kebocoran oli/glikol bertekanan 300 bar yang menyembur tanpa kendali (uncontrolled escape) berpotensi menembus kulit personel teknisi (hydraulic injection injury).

4.3 Pelepasan Torsi BOGIFLEX & Penarikan Akhir

  1. Lepaskan baut jangkar pengikat penahan torsi dari fondasi beton.
  2. Buka pelat pengaman poros (Pos. 19), cabut pasak baut (Pos. 17), kemudian pisahkan sabuk penarik (Pos. 27) dan tuas penahan torsi BOGIFLEX (Pos. 11).
  3. Pastikan ruang bebas (clearance) di bagian depan poros mencukupi untuk penarikan unit secara horizontal.
  4. Tarik gearbox perlahan menggunakan derek berkekuatan angkat yang memadai (bobot unit ±\pm 8,2 ton), pastikan sumbu gearbox tetap konsentris dan tidak mengalami kemiringan/tersangkut (canted) pada poros mesin.

5. Batasan Garansi & Syarat Keselamatan Pabrikan (L+S Liability)

5.1 Kualifikasi Personel & Keselamatan Kerja

DANGER

Otorisasi Kerja Khusus: Pekerjaan membuka, membongkar, dan merakit kembali komponen unit penggerak REDULUS CPV 350 secara tidak kompeten (inexpertly) dapat menimbulkan ancaman kecelakaan kerja parah terhadap keselamatan jiwa teknisi (danger to life and limb), kerusakan fatal pada gearbox (the product), serta kehancuran keseluruhan sistem pabrik (overall plant). Seluruh aktivitas pembongkaran internal dan perbaikan struktural hanya diizinkan dilakukan oleh teknisi ahli resmi (authorized expert personnel) yang telah memperoleh sertifikasi dan pelatihan khusus dari Lohmann + Stolterfoht, atau diserahkan secara langsung kepada divisi layanan purna jual resmi (L+S Service Department).

Persyaratan wajib bagi pengguna dan tim pemeliharaan:

  • Dilarang menyentuh atau mendekati komponen transmisi yang sedang berputar tanpa pengaman resmi.
  • Perangkat pelindung kontak fisik terhadap komponen berputar (protection against accidental contact with rotating parts) wajib disediakan secara mandiri oleh pihak pemilik pabrik sesuai regulasi keselamatan ketenagakerjaan setempat (tidak termasuk dalam lingkup pasokan standar L+S).
  • Seluruh personel yang ditugaskan wajib membaca dan memahami bab petunjuk keselamatan (Notes on Safety), menguasai prosedur darurat (Emergency-OFF), dan mengenakan perlengkapan pelindung diri (protective clothing) yang memadai di area mesin.

5.2 Klausul Pembatalan Garansi (Void of Warranty)

Lohmann + Stolterfoht GmbH tidak bertanggung jawab atas kerugian dan menyatakan seluruh klausul kewajiban garansi batal dan gugur (will become void) jika ditemukan indikasi operasional berikut:

  1. Pembongkaran Tanpa Izin: Gearbox dibuka, diutak-atik, atau dimodifikasi tanpa persetujuan tertulis resmi dari L+S (opened or modified without consent).
  2. Pelanggaran Buku Petunjuk: Pengabaian terhadap instruksi pemasangan, jadwal pelumasan, dan batas pengoperasian teknis yang tertulis di dalam manual 21436.
  3. Pemasangan Suku Cadang Tiruan: Penggunaan suku cadang pengganti (spare parts) atau perangkat bantu tambahan yang tidak dipasok atau tidak disetujui secara resmi oleh L+S.
  4. Beban Berlebih Tak Diizinkan (Unacceptable Overloads): Unit gearbox mengalami kerusakan akibat pengaruh eksternal abnormal, seperti getaran puntir (torsional vibrations), hantaman torsi kejut mendadak (torque impacts), atau distorsi deformasi fondasi tumpuan mesin (distorted/deformed foundations).
  5. Penyimpangan Spesifikasi Teknis: Pengoperasian unit melebihi kapasitas (exceeded) atau berada di bawah toleransi (fallen short of) parameter teknis resmi pada Bab 2.4 (daya, torsi puncak, suhu 90°C, atau pelumas non-standar).
  6. Kesalahan Penanganan (Improper Handling): Kelalaian dalam prosedur penanganan beban derek, kontaminasi kotoran pada oli, atau kesalahan saat proses injeksi hidrolik pembongkaran.